Monday, 1 January 2007

Mantan NII bersuara

ass. saya ex NII

saya akan mencoba menjelaskan knp saya “menyalahkan” NII dg menjawab pertanyaan sdr iman_islam yg disandarkan lwt dalil2 Al-Quran dan Hadis.

sebelumnya perlu d ketahui bahwa setiap desa dan qobilah/tim dalam NII memiliki ilmu yg agak berbeda2 namun pd intinya sama, saya akan menjelaskan secara umum ttg NII. Adapun kesalah yg dlakukan NII biasanya ditujakn kepada oknum sebagai kambing hitamnya. Seolah mereka yg merasa benar tidak mengaggap NII yg salah sebagi bagian darinya.

1. NII atau negara islam indonesia adalah salah satu gerakan islam d indonesia. Secara teritorial keberadaan negara ini tidak tampak karena istilah ibukota dan bagian negara lainnya hanyalah bayangan atau mereka sendiri yg menamai contohnya (ibukota NII berada d indramayu tepatnya d ma’had az-zaitun sebagai madinah indonesia). struktur negara d bagi menjadi 7 tingkatan: dewan1, dewan2, wilayah, daeroh, distrik, ODO, desa. Setiap desa meemiliki RT adapula aturan setiap RT tidak boleh bertukar informasi. So bisa jadi mereka ga tau orng2 dr RT dg RT lainnya apalagi beda desa. Hal ini cukup aneh mengingat surat (49:13) ”bhwa Manusia diciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling kenal”. Tujuan mereka tidak di benarkannya mengenal yaitu tidak lain untuk tidak merusak antara satu dg yang lainnya dsni terlihat bhwa rapuh sekali konsep jaringannnya.
Gerakan ini beranggaapan bahwa merekalah yg akan mmbangkitkn islam d hari kmudian kelak. Memang benar bhwa bnyk dalil yg menjelaskan islam akan brjaya kembali nmun tidak ada penjelasan bhwa NII lah yg menjayaknnya. Hal ini masih ghaib dan tidak ada yg tahu scra psti sprti yg d jlaskan pd QS An Naml: 65. ”Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. ”

2 & 3. HISTORIS, AQIDAH, SYARIAT, DAN PERJUNGANYA

A).HISTORIS======================================================
NII atau negara islam indonesia didirikan pertama kali oleh syeh Marijan Kartosuwiryo pada tanggal 7 agustus 1949 kemudian diteruskan oleh beberapa imam hingga akhir ini d pimpin oleh syeh panji gumilang .
Gerakan ini mempercayai sunnatullah bahwa kejadian futuh mekah akan terulang serupa kembali d indonesia. Seperti yg tlah saya jelaskan bhwa Sunnatullah yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya atau ketetapan yg tidak akan berubah namun tidak ada penjelasan dlm Al-Quran bhwa kejadian2 dlm Al-Quran akan terulang kembali secara identik.


B).AQIDAH======================================================
tauhid merka d ambil dari surat al-fatihah dan anas krn mereka berpendapat bahwa apa bila kita mmbaca buku pembuka dan penutup maka inti sari buku itu akan d temukan. Kata2 yg sama d antar 2 surat tersebut dmaknai Trias Politica atau Syarat berdirinya sebuah negara.
PEMBUKA PENUTUP
Al-Fatihah An-Nas
- rabbi - rabbi
Tuhan semesta alam Tuhan yang menguasai manusia
- malik - malik
Menguasai hari pembalasan Raja manusia
- na’budu - ilahi
menyembah disembah

Tauhid mereka yg membedakan dari tauhid yg lainnnya yaitu tauhid mulkiyah yg dtujukan pada malik yg artinya raja manusia. Coba kita teliti lbh lanjut apa hubungannya raja manusia dng wilayah/tempat? Ini salah satu pembelokan tafsiran atau penawilan. Raja memang punya wilayah tp yg dimiliki raja bkn cuma wilayah doang bkn. Knp ga tahta, kekuasaan, kekayaan, rakyat yg diambil sbgi mknanya. Ini adalah penyempitan pola pikir yg disebut ”Ghazul Fikri”.

Oleh karena itu seluruh isi Al-Quran di anggap sebuah buku tata negara. dan ketaatan kepada negara sama saja sepeti ketaatan mereka terhadap Allah. Negara hanyalah sebuah benda mati yg menggerakannya adalah para pemimpin. Pimpinan yg menjalankan perintah negara di anggap rasul sebab mnurut mereka tugas rasul menyampaikan isi kandungan Al-Quran sama halnya sperti pemimpin.
Selajutnya pada setiap mereka menafsirkan(asma Allah, din, agama, darul) segalanya dihubungkan pada ”negara” dan penafsiran (rasul, nabi-nabi termasuk nabi muhammad) dihubungkan kepada ”pemimpin negara” karena menurutnya tugas pemimpin negara sama halnya seperti nabi dan rasul yg tidak lain adalh menerapkn isi Al-Quran.

C).SYARIAT====================================================
syariat yg d tegakan hanya menggunakan Al-Quran sebagai segala sumber pengambilan keputusan. Karena menurutnya Al-Quran adalah buku tata negara yg terdapat segala ilmu kehidupan manusia d dalamnya. Mereka tidak menggunakan hadis dkarenakan menurut mreka bnyk yg doif kecuali hadis itu menguntungkan bgi mereka sperti perintah taat pada pemimpin. Jadi istilah fiqih tidak jelas atau NII merupakan gerakan LIF(lintas ilmu fiqih) atau Ingkar Sunah. Singkat kata hukum yg d gunakan d NII bersifat setengah2 yaitu mengambil syariat dr Al-Quran kmudian d jelaskan menurut tafsiran mereka sndiri. Tafsiran mereka tdak d sanadarkn pd dalil2 yang lainnya melainkan menggunkan logika. Contohnya saja tafsiran mereka seperti pada surat Al 'Ankabuut ayat 45: ” Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” mereka menafsirkan dg mempertanyakan apakah salat yg tlah kalian lakukan dpt mncegah perbuatan keji dan munkar? Hanya perbuatan langsunglah yg dapat mencega
hnya maka muncullah aturan shalat universal yaitu mengajak orang2 utk masuk NII. Adapun contoh lainnya berupa zakat yg kadarnya d tentukan oleh pimpinan bukan berdasarkan hadis.

Dari pengertian mereka ttg sunnatulah saja sudah salah bgitu pula hal2 yg d dalamnya. Seperti halnya sunnatullah yg mereka percaya akan terulang mereka malakuan hijrah dan perang(ngajak orng masuk). Namun yg dlakukan bnyk sekali perbedaan dg zaman dulu seperti dakwah sembunyi2 yg tlah dlakukan bertahun2 pdhl Nabi Muhammad dakwah sembunyi2 hanya berselang 3 tahun dan itu jg keadaanya berbeda dg skrng ini yg dlakuakn oleh NII. Hal lainnya mengenai futuh indonesia atau masa kebangkitan NII yg d tetapkan pd tahun 2004 berdaarkan penafsiran sunnatullah mreka tidak terlaksa higga skrg d undur 2009 bhkn desa lain ada yg bilang 2010. saya pernah mencoba mengkalkulsi ulang sbrnya tahun brpa futuh menurut tafsiran perhitungan mereka...ternyata seharusnya beberapa puluh tahun silam.

Mengapa hadis/sunnah itu perlu di gunakan sbagai hukum islam?
Al-Quran tidak memberi penjelasan menyeluruh tentang syarat-syarat apa yang mesti dipenuhi dlm ibadah. Persoaalan itu diserahkan kepada sunnah Nabi, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sunnah itu yang menafsirkan yang masih bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang terlalu umum, memberikan contoh konkrit pelaksanaannya, dan membuat prinsip-prinsip aktual dan bisa diterapkan dalam kehidupan manusia. Hal itu karena Rasulullah SAW adalah yang bertanggung jawab menjelaskan Quran dengan ucapan, perbuatan, dan ketetapan beliau, dan beliau pulalah yang lebih paham tentang maksud firman Allah dalam Quran. Contohnya seperti bgmn salat, tahkim/hukuam dan syarat menunaikan zakat, hal tersebut tidak d jelaskan dlm Al-Quran.


Rasullulah bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kiabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah


Dibawah ini adalah dalil2 Al-Quran yg tlah ”jelas/terang maknanya” ttg pandangan perintah rasul(INGAT JANGAN TAFSIRKAN RASUL SBAGI PEMIMPIN/IMAM KRN RASUL MEMANGLAH PEMIMPIN/IMAM TP BUKAN SMUA PEMIMPIN/IMAM ITU RASUL). Apabila d sebutkan rasul-rasul maka rujukannya pada seluruh rasul dan jika hanya rasul maka rujukannya yaitu Nabi Muhammad SAW. Apabila kurang mengerti maka bacalah ayat sebelumnya dan sesudahnya atau silahkan tanya orang yg lbh faham.

Bagaimana pandangan orang kafir menurut Al-Quran:
150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), 151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.
[373] Maksudnya: beriman/percaya kepada Allah, tidak beriman/percaya kepada rasul-rasul-Nya.

Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu:
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ( An Nisaa', 4: 59)

Printah taat pada Rasul:
............. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Al Hasyr, 59: 7)

Nabi Muhammad membawa petunjuk dan penjelas:
9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. 61. Ash Shaff

Rasul menjelaskan dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan:
15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan[408]. Al Maa'idah
[408]. Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab maksudnya: Al Quran.
NB: ibarat sbuah lampu pijar, pelitanya adalah Al-Quran dan cahayanya sebagai penjelas adalah Hadis.

Taatilah Allah dan taatilah Rasul:
Dalilnya:(47:33), (33:31), (2:285), (48:17), (49:17), (3:132), (4:13), (24:52), (24:54), (9:71)

33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 39. Az Zumar


D).PERJUANGAN=======================================
Seperti yg telah saya singgung d atas bahwa NII tidak memiliki hukum yg jelas begitu pula syariah ibadah/perjuanannya tidak jelas apakah itu wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram.
Apabila d lihat seksama dr apa yg dlakukan aktivis NII mereka smua mnjuru pd mengumpulkan uang tuk negara kurang-lbh tuk kebutuhan politik dr mulai salat universalnya tuk target uang SDQ, tahkim atw hukman bagi yg bersalah harus mngeluarkn DAM/denda begitupula zakat/SDQ mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta yg dalilnya tidak jelas hanya sebatas taat pd pimpinan. Pdhl segala sesuatu ada rujukannya/dalilnya. Mereka yg menjalakan ibadah seperti itu sbnrnya subhat dkrnkn mreka hanya menjalakn saja ats dasar sumpah ketaatan mreka pd pimpinan.

Rasulullah Bersabda:
“Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kiabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” (HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Apabila anda menannyakan kepada pencuri knp dia mencuri maka dia akan mejawab ”saya melakukan ini untuk menafkahi keluarga saya”. Dari kasus trsbt yg kita lihat bhwa niat dr pencuri tuk menafkahi keluarga adalah tugas mulia namun jika d lakukan dg cara yg salah tetap saja salah. Hal serupalah yg dilakukan aktivis NII tuk menjalakan perjuangannya dg niat yg benar tuk menegakan syariah islam namun dilakukan dg cara yg salah.

Apa yg menyebabkan umat NII melkukan segala cara tuk mncapai tujuannya?
1. Fai atau rampasan perang. Menurut mereka keadaan sekarang sedang perang jadi harta orang d luar NII(kafir) boleh d ambil
2. nukson atau kerisis keuangan. Pada beberapa desa memiliki target mendapatkan uang yg tinggi skali yg harus d serahkan kpd negara tiap bulannya. Ada kalanya desa itu tidak mendapatkan umat baru. Loh apa hubunyannya umat baru dng target keuangan desa? Setiap umat baru yg berhasil mereka doktrin d wajibkan membayar sodaqoh tuk membersihkn diri d krnkn keadaan mereka yg sebelumnya kafir(bnyk dosa) menuju tmpt suci harus d besihkan dg jumlah uang yg jumlahnya mulai dari jutaan sampai puluhan juta.
Bgmnpun ceritanya desa harus mencapai target keuangnnya maka saat kerisis umat d haruskan mengeluarkan uang dg segala cara entah itu berhutang, jual atau gadai barang, puasa tidak mkn bahkan sampai menipu orang tua dg alasan uang kuliah, les atau menghilangkan barang teman. Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri, perilaku mereka yg menyimpang dari moral mengakibatkan mereka dpandangan buruk oleh orang sekitar.

Sekali lagi saya ingatkan bhwa setiap ibadah ada tata cara/rujukan/dalilnnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu:
77. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." 5. Al Maa'idah

Ibadah adalah amalan yg mulia, apakah pantas dlakukan dengan cara berbohong/menipu.
Mengingkari ayat-ayat Allah, mencampur adukan antara yg haq dg yg batil dan menyembunyikan kebenaran:
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah[202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya). 71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya? Ali 'Imran

Kesimpulan:
Siapakah yg benar dalam beribadah menurut padangan Al-Quran dan Hadis?

Dalam salah satu hadist masyhur, Rasulullah SAW bersabda, “...Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, setiap kelompok akan masuk neraka kecuali satu saja.” Para sahabat bertanya, “Kelompok apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “AHLI SUNNAH WAL JAMMAAH(artinnya: Mereka yang keadaannya seperti keadaanku dan sahabat-sahabatku saat ini)”.

Penjelasan:
Suatu saat umat islam akan terpecah menjadi banyak sekali kelompok2/golongan2 manakah yg benar? AHLI SUNNAH WAL JAMMAAH bkn aliran tp sebuatn bagi mereka yg mnjalankan ibadah sesuai dg Al-Quran dan Hadis(petunjuk Nabi Muhammad) seperti zaman Nabi Muhammad SAW dulu selain daripada itu adalah salah/telah telah menyimpang. Sebutan-sebutan ini sperti halnya sebutan kaum mu’min kpd kaum/kelompok/golongan orang beriman atwpun kaum musyrikin kpd kaum yg syirik kpd Allah SWT.

Tidak ada perubahan aturan ibadah yg telah dtetapkan oleh Nabi Muhammad SAW krn Agama Islam Telah Sempurna Saat Haji Wada:
..... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al – Maidah, 5:3)
[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Agama islam yg di bawa Nabi Muhammad dg Agama islam yg d bwa oleh NII memiliki persamaan yaitu tujuan tegaknya sayriat islam. yg membedakan hanya lah cara beribadah/cara mencapai tujuan. Apalah artinya nama bilapun bangkai diubah namanya menjadi bunga kasturi tetap saja baunya bangkai.

Akhirul kalam wasalamualaikum wr wb.

Contact me forgive_v3@yahoo.com


09:02 / by / 0 Comments

No comments:

Post Top Ad