Monday, 15 January 2007

NII-KW9 kembali bergerak

NII-KW9 kembali bergerak

Source by superone at December 16, 2006

Semalam, ketika lagi asyik menikmati perjalanan pulang, ponsel butut gue 'berteriak' mengalahkan deru mesin metromini yang sedang mengebut. Ada SMS yang masuk. Segera gue ambil ponsel gue dari saku celana. Mau tau isi pesannya? Baca aja sendiri ya...

Ass, fren udah dgr brt klo anak bio 05 ada yang msk NII KW9. Gw dgr mrk juga lg mencoba merekrut anak bio 06. gmn nih?

Begitulah isi pesan singkat itu. Namun karena gue lagi ga ada pulsa, untuk sementara berita itu gue anggap angin lalu aja. Siemens M35 gue pun kembali ke tempatnya semula. Gue coba menikmati kembali kegilaan supir metromini yang masih saja mengebut tidak karuan, lumayan ngetes adrenalin...

Sesampainya di rumah gue segera mencari mangsa yang mau dengan ikhlas menyumbangkan pulsanya ke gue. Ga enak juga kalo sms tadi ga dibalas. Tapi apa mau dikata, ternyata bukan cuma gue yang lagi ga punya pulsa. he..he.. sorry deh kalo sampe sekarang belum di balas fren...

Sebenarnya ini bukanlah kabar baru, belakangan ini kampus gue memang lagi heboh dengan gerakan NII yang cukup meresahkan, hingga puncaknya beberapa bulan yang lalu, kami berhasil me-lobby pihak rektorat untuk mendukung seminar tentang gerakan NII. Hasilnya semua mahasiswa baru diwajibkan hadir pada seminar itu. Sejak saat itu, gue ga mendengar lagi tentang gerakan NII di kampus.

Walaupun demikian sms semalam tidak sepenuhnya membuat gue kaget. Karena sejak awal gue sadar bahwa gerakan ini tidak akan berhenti selama organisasi mereka belum terbongkar sampai ke akar-akarnya. Apalagi gerakan ini memang sangat sulit untuk diidentifikasi. Secara penampilan, anggota NII KW 9 tidak memiliki ciri khas, seperti memelihara jenggot, atau memakai baju gamis. Mereka pun sangat menjaga kerahasiaan organisasi mereka.

So, hati-hatilah jika ada orang yang mengajak anda bergabung pada kelompok tertentu yang ingin mendirikan negara islam, apalagi pake bayar segala walaupun itu infak atau semacamnya. Sebenarnya jika kita berani menolak dengan tegas, mereka tidak akan berani lagi mendekati kita, bahkan jika kita dianggap mengancam keberadaan mereka, merekalah yang menjaga jarak dengan kita. Tidak usah takut, karena yang bisa mereka lakukan hanyalah mengancam dengan kata-kata, “tunggu aja nanti, kalau kita sudah futuh kamu akan di tembak”. Kalo dah githu balikin aja,”kapan mas futuhnya? Kita tungguin deh!”



No comments: