Wednesday, 25 April 2007

Gerilya NKA di Universitas Diponegoro


. . .

Wawan memberikan penjelasan dengan penuh semangat. Kata Ema, seperti orang yang tengah mempresentasikan bisnis MLM. Sesekali ia membuka Al Qur'an berukuran saku dan membacakan dalil-dalil untuk mendukung argumentasinya.

Dikatakan Wawan jika kita sepakat, maka kita perlu berjihad. Berjihad secara total, tidak setengah-setengah. Rela memberikan apa yang kita cintai untuk berjuang di jalan Allah.

"Sekarang, berapa kemampuan anda untuk bershodaqoh di jalan Alloh," tanya Wawan.

"Tiga juta," jawab salah seorang.
"Tujuh juta," jawab lainnya.

Kini giliran Ema. Ia masih terdiam. Ia tak membawa uang sebesar itu.

"Sekarang, barang apa yang paling anda cintai. Jika anda mengaku sebagai umat muslim, maka kapanpun harus bersedia menyedekahkan untuk di jalan Alloh," tanya Wawan lagi.

"Radio. Salah satu barang milik saya yang saya sukai adalah radio," jawab Ema dengan lugu.

Tapi jawaban Ema itu dimentahkan oleh Wawamn. Menurutnya radio bukan barang yang layak untuk sedekah, selain barang itu kini tak ada di tangan Ema, nilai nominal radio relatif rendah. "Yang sekarang anda bawa?" tanya Wawan lagi.

Ema merasa terpojok. Satu-satunya barang yang dibawanya, yang paling disukainya, tak lain adalah Hand Phone Nokia N-Gage. Tapi dia berat untuk melepaskannya. Ini handphone satu-satunya.

"Handphone," jawab Ema, setengah terpaksa.
"Tapi, handphone ini bukan milik saya. Ini punya kakak saya. Ia yang membelinya. Saya harus minta ijin dulu kepada kakak saya," jawabnya memberi alasan. Sebenarnya ia tak rela jika harus memberikan handphone itu, entah untuk jihad di jalan tuhan. Maka ia sebisa mungkin mencari alasan.

"Tidak, kalau anda mau sodaqoh tak boleh ditunda-tunda. Harus segera," jawab Wawan. Ia kemudian membacakan dalil yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad bersedekah dengan memberikan harta miliknya yang sebenarnya sangat disayangi.

Maka, dengan berat hati Ema pun menyerahkan Handphone itu. Salah seorang mengatakan Handphone itu akan digadaikan. Uangnya nanti akan digunakan untuk keperluan jihad di jalan Alloh. Beberapa saat kemudian, kurang dari 15 menit, seorang yang menggadaikan handphone itu kembali. Katanya, sudah beres. Eva mulai curiga, "kok secepat itu," pikirnya.

"Sekarang, anda harus segera membersihkan diri. Saya ajak anda untuk hijrah," kata Wawan. Hijrah kemana? Ke suatu tempat, di sana Ema akan dibersihkan diri. Hmm....

"Tapi saya harus pulang ke kos dulu. Saya belum bawa apa-apa. Saya perlu persiapan," kata Ema.

Lagi-lagi jawaban Ema ditolak. Dikatakan, jika hendak bertaubat maka harus dilaksanakan dengan segera, tak boleh ditunda-tunda. Anjuran hijrah ini katanya seperti yang dilakukan oleh Rosulullah saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.

Selanjutnya baca di : http://hanyaudin.blogspot.com

---

No comments: