Tuesday, 15 May 2007

Anggota KW9 DiGebukin Satpam Dan Mahasiswa




LAMPU MERAH Kamis, 10 mei 2007 (hal utama dan 11)

“NYEBARIN AJARAN SESAT DARI KAMPUS KE KAMPUS, DITANGKEP DIGEBUKIN DULU DONG!!!...”

Kebun jeruk, Jakarta Barat

Ahmad farouk, 24 thn atau dikenal dengan nama muhammad Fahrezi At Taufik, warga jalan komplek Inhtani Ciputat. Ahmad mengaku sebagai mahasiswa STT PLN.

Sebelumnya ia mengaku sebagai mahasiswa Nina Nusantara.

Ahmad ditangkap satpam dan mahasiswa, sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat.

Saat ditanya aktivitasnya, Ahmad tdk mau mengaku. Ahmad sendiri dituduh menyebarkan ajaran seat bernama “NEGARA KARUNIA ALLAH” di Indonesia. Sudah banyak

mahasiswa yang terkena tipu daya ahmad. Diantaranya Didit, 23 thn warga lampung yang mengenal ahmad di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Barat.

Didit membayar uang 500rb sebagai shodaqoh. Setelah menyetor uang, didit diresmikan jadi anggota ajaran ahmad. Akhirnya didit sadar. Ada yang tidak benar

dengan ajaran ahmad. Ia bermaksud keluar. Namun ahmad selalu mengejarnya, menelponnya, bahkan mendatanginya ke kampus. Suatu hari didit dibawa ahmad ke

tempat ajarannya, tapi dengan mata tertutup.

Sementara itu, saat ditangkap, ditemukan file dan dokumen tentang “NEGARA ISLAM INDONESIA”. Selama ini, dalam penyebarannya, ahmad meminta shodaqoh 500rb

untuk membiayai dakwah. Setelah sempat dipukul, ahmad kemudian diserahkan ke mapolsek kebon jeruk..

dst.
-----


“Kasihan sekali saudara ahmad itu, mau menegakkan salah satu HUKUM THAGUT tapi malah tertangkap, dihajar dan diserahkan PETUGAS PENEGAK HUKUM THAGUT yang

lain” bukankah itu sama dengan perbuatan yang sia-sia? Klo sudah begitu mau minta bantuan siapa? KW9? Mana mau mereka membantu?

Padahal yang sering mereka tekankan pada anggotanya tentang PAAD(PERTOLONGAN ALLAH AMAT DEKAT)jika kita bersungguh2 dalam berjihad(kata mereka). Tapi selama

yang saya rasakan selama disana adalah masalah, masalah dan masalah antara lain :

1. pada saat saya pulang malam selalu dimarahi oleh orang tua saya(maklum masih tinggal sama orang tua).

2. karena omongan dan bujuk rayu mereka mengenai PAAD(PERTOLONGAN ALLAH AMAT DEKAT) mereka pada saat pengecekan, saya rela meninggalkan kuliah/bolos(padahal

pada waktu itu harus mengumpulkan tugas kuliah) dan yang paling penting bahwa saya harus meninggal hari itu yang merupakanhari istimewa bagi saya(setahun

1x). Tapi apa hasilnya? Saya tidak mendapatkan nilai tugas kuliah dan saya saya telah melakukan kesalahan besar pada hari itu karena meninggalkan hari

istimewa bagi saya!!! Padahal mereka sering menekankan bahwa PAAD akan selalu ada bagi NII(versi mereka).

3. saya sering mendapat cemoohan dari temen2, karena biasanya pulang kuliah sering berkumpul dengan temen2 1kuliah, tetapi selama disana pulang kuliah saya

harus bertugas mencari dan melaksanakan tilawah guna mencari korban baru...

4. sering tertinggal mata kuliah, karena sering bolos...

5. nilai mata kuliah saya anjlok selama bergabung dengan KW9....

6. malu terhadap teman yang tidak berhasil diajak bergabung, apalagi jika sudah berkata “elu ngajakin n bergabung ma ajaran sesat ya?” dan dijauhi teman

tersebut apalagi ia adalah teman baik kita. Coba apa yang para pembaca rasakan jika menjadi seperti saya....

7. pernah ditilang polisi saat bertugas..

8. hampir saja kecopetan saat akan menuju tempat biasa berkumpulnya kami (tas sudah disilet)...

9. saya dan teman dekat saya terlibat suatu tindak pidana penipuan dan telah diusut kasusnya di kantor polisi dan hampir dikenakan hukumna selama 5thn

penjara (untungnya kasus tersebut telah dicabut oleh yang bersangkutan)........

Mungkin sebagian besar dari anda semua menganggap saya mengada2 atau melebih2kan tapi itulah pengalaman yang saya alami (KW9 mana teori PAADnya?).

Bahkan salah satu teman saya ada yang kehilangan motor pada saat akan berangkat bertugas, dan ia juga pernah kehilangan tasnya yang berisi dompet, buku2

kuliah, dan uang infaq keanggotaan calon korbannya sebesar 450rb (pada saat ia melapor bahwa uang tersebut hilang, ia disuruh tanggung jawab dan

menggantinya, saya pun pernah mengalaminya pada saat calon korban saya kabur/keluar ia tidak sempat melunasi infaq keanggotaannya, saya dikenakan tanggung

jawab untuk menggantinya “gile aje”) *kejadian ini benar2 tidak saya rekayasa/ dibuat2 (demi ALLAH)

Mereka pernah berkata “bahwa jika seseorang berniat baik dan bersungguh2 pasti mendapatkan pertolongan oleh ALLAH”, dan saya baru sadar klo selama disana itu

tidak berniat baik (jelek) makanya tidak mendapatkan pertolongan ALLAH, makanya saya sering mendapatkan masalah.... (apa mereka nggak sadar ya terhadap

omongannya sendiri?)..

Pada saat saya menanyakan kenapa saya sering mendapatkan masalah, mereka selalu berkata “mungkin dari kamunya sendiri yang tidak mau bersungguh2 dalam

shalat(universal), coba sekarang kamu atau saya(sebagai tandeman/pendaping pada saat TL) dan bi....(sebagai mukri/pendakwah) ikra (intropeksi diri seperti

nabi muhammad katanya)” KOK BISA YA SEPERTI ITU? Memang sulit dipercaya omongan mereka itu!!!

Setelah apa yang saudara semua baca berita tersebut bagaimanakah menurut saudara?

Memang ini bukanlah trik baru KW9 dalam melakukan aksinya, tapi saya ingin selalu mengingatkan kepada para pembaca terhadap sepak terjang KW9(ato mereka

sebut NII “padahal bukan”). Mungkin bukan anda tetapi para anggota keluarga anda yang lain!!!

Sebenarnya sangatlah mudah mengenali apabila ada anggota keluarga anda yang terkena rayuan KW9 diantaranya :

1. sering pulang larut malam denagn alasan yang sering dibuat2 (biasanya seh ada mata kuliah tambahan, ekstra kurikuler, kegiatan senat, rapat senat,

ngerjain tugas dirumah teman, bahkan ada yang mengaku2 sebagai anggota partai politik yang aktif dan lain2) apabila ditanya terlalu mendetail biasanya sering

gugup untuk mencari alasan lain...

2. pada saat pertama masuk ia akan meminta uang untuk biaya masuk dengan berbohong mengenai hp ilang, menjatuhkan hp temen, menghilangkan hp teman, ada

tambahan biaya kuliah dsb....

3. sering meminta uang lebih atau bahkan mengambil secara diam2 dengan alasan minta tambah uang jajan.....

4. apabila ia telah disuruh untuk membayar uang shodaqoh yang besarannya sangat tinggi, biasanya para petingginya akan menyarankan untuk melakukan

teknisan/berbohong mengenai menghilangkan laptop(hal yang sering dilakukan) dengan tipe dan harga yang mahal(biasanya aple machintos seri “lupa saya”),

menghilangkan motor, bahakan adapula mobil dsb....

5. sering menerima telp dari teman yang bukan biasanya : biasanya min 5x sehari.....

6. jarang melakukan shalat dirumah....

7. bahkan ada yang malas belajar....

8. Sering bolos kuliah, kerja untuk melakukan dan membawa korban untuk alasan dakwah....

9. sering marah2, karena yang selalu dibenaknya adalah membayar hutang hutang dan hutang kepada negara.....

10. terlalu irit bahkan untuk dirinya sendiri(kemana2 selalu membawa bekal makanan) karena itu adalah anjuran para petingginya untuk membayar infaq tiap

bulan.....

11. bahkan ada yang sampe kuliahnya anjlok....

Mungkin itu hanyalah sebagian kecil ciri2 yang patut saudara perhatikan terhadap anggota saudara anda....

Dalam melancarkan aksinya aktivis KW9 selalu mengaku sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia yang ternama(seperti saudara ahmad lakukan).

Oh ya dalam hal menjalankan aksinya mereka selalu menekankan kepada para korban untuk tidak mengaku bahwa ia adalah anggota NKA/NII(versi mereka) untuk

menjaga kerahasiaan negara termasuk saudara ahmad lakukan. Bahkan ada temen saya yang mengaku menghilangkan laptop teman/ dijambret di angkot yang harganya

mancapai 20 jtaan, tapi karena orang tuanya tidak percaya ia melaporkan kasusnya ke kantor polisi. Tapi saat diintrogasi polisi ia gugup dan akhirnya

dicurigai berbohong dan terancam 5thn penjara. Pada saat minta bantuan para petinggi di NII(KW9) mereka hanya bilang untuk bilang tidak tahu, tidak tahu dan

tidak tahu saja. Apakah polisi dapat percaya untuk alasan itu?

Dan mereka berdalih tidak bisa membantu apabila sudah tertangkap polisi dan itu merupakan urusan pribadi dan harus bisa memecahkan masalahnya sendiri

begitulah yang saudara ahmad rasakan setelah ditangkap polisi (ini kejadian 100% tidak saya rekayasa demi ALLAH)

Dan dalam uang infaq masuk sekarang sudah naik toh? Memangnya bisa ya uang infaq naik? Bukankah besaran infaq tidak dapat ditentukan oleh seseorang tetai

melainkan kemampuan dari setiap individu itu sendiri!! Bahkan hanya ditentukan jika 2,5% dari penghasilan kita adalah hak untuk orang miskin!!! Memangnya

500rb itu 2,5% dari apa, harga rumah/kontrakan untuk sarang KW9, harga mobil untuk jemputan hijrah/operasional KW9, gaji setiap petinggi KW9, dll? Sedangkan

para petinggi mereka mendapatkan gaji tiap bulan dari uang tersebut dan tidak diwajibkan membayar infaq apakah itu adil ataukan hanya menjalakan sebuaah

aturan untuk mendapatkan harta sebanyak2nya?

Mending uang kalian yang kalian dapatkan dan kumpulkan diserahkan/disumbangkan pada para saudara kita yang sedang berjuang untuk menyelamatkan masjid suci

kita(Al-Aqsha) yang sedang diporak porandakan oleh zionist laknatullah(Israel) dan menyelamatkan negeri2 islam yang dibelenggu dan dikuasai oleh imperialis

barat. Itu akan lebih berguna bagi kemajuan islam didunia daripada mengurusi suatu negara hayalan/semu hasil tipu daya KW9 yang belum tentu kebenarannya dan

keberadaannya....

Dalam aksi mereka secara ekstrim selalu mengaku sebagai duta penyelamat umat dari NKA/NII dan berani berkorban apa saja(versi mereka) seperti saudara ahmad

lakukan. Berarti mereka seperti yesus kristus donk? Yang datang dan berkorban untuk menyelamatkan umat manusia (hem.......?!=-

Source from : ex_NII-KW9



No comments: