Wednesday, 29 August 2007

Penculikan Raisya Mirip Gerakan NII-KW IX

Source: www.okezone.com

JAKARTA –
Penculikan terhadap Raisya dinilai mirip dengan gerakan NII-KW IX, yang menghalalkan banyak cara untuk mengumpulkan uang untuk infaq jemaah membangun negara Islam.


“Saya kira ini efek negatif dari perkumpulan jemaah-jemaah Islam, seperti gerakan NII KW IX,” kata Dosen Universitas Malikul Saleh, Lhoksemauwe, Al Chaidar kepada okezone di Jakarta, Jumat (24/8/2007).

Peneliti gerakan Islam ini mengatakan, di dalam gerakan ini mereka biasanya menghalalkan segala cara, termasuk menculik dan meminta tebusan kepada seorang muslim sekalipun untuk membayar pajak guna pendirian negara Islam.

Selain itu, Chaidar mengatakan, bisa juga penculikan ini merupakan efek negatif dari kehidupan jemaah seperti kelompok-kelompok rohis di Indonesia.

“Biasanya kehidupan jemaah sering dijadikan ajang tampil bagi yang kaya, sehingga seringkali timbul sikap iri. Kehidupan mereka juga sangat dekat dan mengenal korban. Sehingga ketika terjadi sengketa, bisa jadi mengarah ke penculikan” terangnya.

Dia menambahkan, di dalam kelompok tersebut, para jemaah berlomba-lomba memberikan kontribusi untuk pemimpin kelompok mereka. Namun, riwad atau balasannya dari elitnya dinilai tidak adil, sikap iri kemudian muncul.

Chaidar mengatakan, kelompok jemaah seperti ini sangat banyak di Indonesia. “Sejak tahun 1992, kelompok jemaah seperti ini menjadi mayoritas di Indonesia,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, penculik Raisya merupakan kelompok pengajian atau rohis. Otak penculikan, YP adalah guru ngaji ekstra kurikuler di SMAN 35, istri kedua YP, MF juga guru ngaji di TPA Al Hilal, tempat Raisya mengaji. (uky)

No comments: