Rabu, 18 Juli 2007

Nikmatnya Hidup di NKA NII Zaytun

Source : WONG CILIK

Jadi begini ceritanya, NII Zaytun itu di bentuk utk nandingi NII Kartosuwiryo, jadi sudah jelas mana yang haq dan mana yang batil, sudah jadi rahasia umum kalau para petinggi NKRI sering dolan ke MAZ, dan memang sengaja dibentuk utk 'kestabilan politik' di NKRI, kalau gak ada MAZ, gerakan Islam (NII HAQ) susah dipadamkan. Nah kalo NII Zaytun, menegakkan syariat itu cuma sekedar dagelan, di MAZ aja slogannya 'toleransi dan perdamaian' tp para penghuninya cuma bisa di kuras uangnya, jadi wajarlah kalau ayat2 yg dipakai selalu ayat2 UUD (ujung2nya duit), trus yg perlu diketahui, korupsi di lingkungan MAZ lebih parah drpd di NKRI, yang di peras itu rakyat (umatnya) langsung (naudzubillah mindzalik), sy tahu karena saya dulu jadi jamaah pertama sewatku MAZ masih sebidang tanah (1995), kalau dulu istilahnya 'tanah yang di janjikan' sekarang MAZ sudah berdiri sebutannya Negara Karunia Allah (NKA),

emang saya akui ASPG /toto salam itu lihai memutar balikkan kenyataan, itulah kelebihannya beliau sehingga didaulat oleh BIN (badan intelejen nasional) untuk mengobok2 NII dari dalam. taktik yang dipakai memang cantik, promosi diluar adalah soal yayasan pesantren alzaytun (pendidikan), cuman kalau di jemaahnya di istilahkan dengan NKA (fase madinah) sedangkan NKRI adalah fase mekkah. dengan iming2 surga, penebusan dosa & pelintiran ayat cukuplah untuk nyari pengikut. soalnya dari kecil bagi yg beragama islam, ALQURAN itu di mindsetnya sesuatu yg patut di ikuti, padahal kalau jeli, yg dipakai oleh mereka adalah Al-Quran tafsiran ngawur alias dipelintir2. jadi bagi yang masih di di NKA ZAYTUN, silahkan pelajari kembali sejarah terbentuknya MAZ dan sejarah NII Kartosuwiryo, tapi kalau sudah tahu jangan keluar dulu, nikmati dulu masa2 indah di NKA,
  1. nikmati perasaan berjuang 'seolah2' dijalan yang diridhoi Allah dan Rosulnya,
  2. nikmati perasaan paling benar sedunia,
  3. nikmati bahwa Cahaya Islam hanya bangkit di NKA ZAYTUN,
  4. nikmati perasaan bahwa selain NKA ZAYTUN semuanya adalah kafir,
  5. nikmati bahwa syariat islam boleh dilanggar karena daulah islam belum tertegak dan emang nikmat!!!,
lumayan buat penggugah semangat dikala hati down utk kejar setoran & cari mangsa hehehe, segitu dulu moga bermanfaat ... :)


Jumat, 06 Juli 2007

NII Zaytun - Masalah lama yang gak pernah selesai

Sebulan yang lalu (awal Juni 2007), aku mendapat telpon permintaan bantuan dari seorang kakak (mahasiswa UNSAHID), untuk membantu menyadarkan adiknya (Mahasiswi Perbanas), yang diam-diam bergabung dengan Gerakan NII-Zaytun.Ternyata sang adik sudah setahun menjadi pengikut setia dan bahkan sudah memiliki sejumlah "anak buah". Mereka memiliki 2 "kewajiban" yaitu memenuhi target setoran uang dan target mencari anggota-anggota baru. Sungguh menyedihkan.

Sang adik (sebut saja namanya Tri), tega membohongi orang tuanya dengan meminta uang terus-menerus untuk "urusan kampus". Pada kesempatan lain, Tri
berdalih minta uang karena "menghilangkan ponsel teman", "bantu teman yg masuk RS", "memperbaiki laptop teman yang jatuh", hingga "Biaya Kuliah Tambahan".

Kertas catatan yang digeledah dari tasnya, menunjukkan Tri sudah menyetor uang berulang-ulang kepada "atasannya", mulai dari 300 ribu hingga 4 juta rupiah. Termasuk catatan setoran sejumlah "anak buah" bernominal minimal 150 ribu. Hal itu sudah dilakukan berbulan-bulan!.

Kepada orang tuanya, aku menyarankan agar Tri diisolasi dulu dari lingkungan kampus. Tri tidak boleh kemana-mana. Ia harus di rumah dan dalam pengawasan 24 jam. Ponselnya harus diambil. Tidak boleh diberikan uang sedikitpun, karena bila ia masih memilikinya, ia akan diam2 menelpon dari wartel terdekat dan menghubungi kelompok brengsek itu.

Kepada Tri, aku mengajak dialog dari hati-ke-hati. Aku ingatkan ia bahwa orang tuanya begitu sayang padanya betapa pun ia (Tri) telah menganggapnya "Kafir". Aku juga mengingatkan, bahwa di hari kiamat nanti, tiap-tiap orang akan mencari pembela untuk membantu dan membela dirinya di pengadilan Allah. Saat itu, apabila Tri mendatangi kelompoknya pastilah mereka akan cuci tangan dan menolak membantunya, bahkan balik menyalahkannya mengapa ia mau mengikuti jalan sesat!.

Setitik air mata di sudut matanya, menjadi saksi bahwa Tri mulai menyadari dan menyesali kekeliruannya. Sesekali Tri memandangi wajah ayah-ibunya, dan kemudian ia tertunduk. Semoga saja Tri memang benar-benar menyadari kekeliruannya.

Hari Kamis, 28 Juni 2007, kembali telpon di ruanganku berdering. Kali ini permintaan bantuan dari seorang bapak yang mencemaskan putrinya (Mahasiswi
Univ. Persada - Jakarta) ikut gerakan sesat NII-Zaytun. Malam harinya, aku bersilaturahmi ke rumah beliau (Bapak S) di daerah Pondok Kelapa. Aku juga berkesempatan bertemu langsung dengan putrinya yang bermasalah itu. Lagi-lagi cerita klasik berulang.

Aku cemas, gelisah, sekaligus marah. Mengapa masalah NII-Zaytun tak kunjung
tuntas. Padahal sudah sangat jelas kasusnya dan sudah ribuan orang dirugikan.

NII Zaytun sudah terbukti merusak kesehatan, membuat gangguan jiwa, meninggalkan keluarga dan menguras harta benda !.

Barangkali, gerakan NII-Zaytun akan disikapi serius oleh aparat keamanan kalau yang menjadi korbannya adalah putra-putri pejabat tinggi.Haruskah itu terjadi lebih dulu ? Haruskah menunggu korban lebih banyak lagi ?

Ir. Sidik Budiyanto
Aktivis Dakwah Kampus
zibuyan[at]yahoo.com

------------------------
Catatan : Utk melengkapi isi buku saya "How to Fight NII-Zaytun", saya butuh info ttg korban2 NIIZ di sekolah dan kampus terutama thn 2005-2007. Kirimkan info ke zibuyan@yahoo.com atau SMS ke 0815 8604 9900.

Trims.

Link korban-korban lainnya :
- Korban NII di Koran Lampu Merah
- Korban NII Di Univ. Gunadarma
- Korban NII Di UII
- Korban NII Di kampus-sastra
- Korban NII Di UNDIP
- Korban NII DI UNDIP
- Korban NII Di STBA-LIA
- Korban NII DI UGM
- Korban NII Di Kampus Depok

----

Minggu, 01 Juli 2007

Madinah al Zaytun

Al-zaytun itu bagus dari sistem yang tertata rapi, tapiiiii praktek yang dilakukan tidak berjalan. Saya dulu pernah ke zaytun, kesan pertama yang saya dapat adalah AL ZAYTUN TIDAK BISA RAMAH TERHADAP TAMU apalagi keamanannya yang brengsek, masak ketika disana saya menyaksikan pertengkaran antara GM versus walisantri, padahal kalau ditinjau penyebabnya adalah PERATURAN YANG TIDAK JELAS. Itu sangat menusuk bagi saya yang seorang pakar pendidikan dan walisantri. sakiiiiiiit rasanya hati ini kalau diperlakukan kayak gitu. Pokoknya saya menghimbau kepada para walisantri dan tamu jangan berlama2 berkunjung ke zaytun ok.
Demikian komentar ambo, terima kasih
HIPUP AL-ZAYTUN.

Source : Praktek di Madinah Alzaytun

harusnya kita-kita bangga kalau madinah yang di ridhoi allah swt itu ternyata di azzaytun. lo baru tau kali kalo haji yang syah itu ya ke azzaytun. disana itu tempat ka’bah yang syah. sebab hanya azzaytun tempat bermula isam akan bangkit dan memancarkan cahayanya. kalian musti tahu bahwa selain azzaytun semuanya adalah ahli kitab, apakah kalian nyadar. berkorban itu wajib, masa disuruh shodaqoh/infaq aja musti ngitung2, emang Allah ngitung2 apa atas nikmat yang di berikan pada kita. harusnya kalian ikhlas berkorban, bantu perjuangn syaikh, bukannya ngitung2 pengorbanan kalian.

elmusa.


nora bgt lo baru pnya almamater alzaytun aje bangga... gw jg alumni alzaytun kalee....
tp gw ga bangga tuh...
yg ada gw nyesel jd alumni alzaytun...
skolah mana yg menghargai ijazah dgn nominal 2juta rupiah...
dgn uang segitu gw bisa ngebantu anak2 jalanan&fakir miskin...
emang ada ya peraturan UU pendidikan yg mengharuskan ijazah itu bayar,UU no brp tuh...???

Suprapti