Thursday, 10 July 2008

Perekrut Kader NII Ditangkap di Yogya



Salah satu kader gerakan Negara Islam Indonesia (NII) yang belum lama ini melakukan rekrutmen terhadap sejumlah mahasiswa, Senin (9/6) harus berurusan dengan polisi. Tersangka PL (21), oknum mahasiswi sebuah PTS di Yogyakarta diserahkan ke Polsektabes Umbulharjo, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polda DIY.

Tersangka PL diserahkan oleh korban penipuan, R Damayanti (20) mahasiswi sebuah PTS di Yogyakarta. Sedangkan dua pelaku lain saat ini masih dalam pengejaran petugas. Seminggu sebelumnya, Kamis (29/5) korban melapor ke Polsektabes Umbulharjo Yogyakarta karena merasa diperdaya oleh pelaku. Selain kehilangan handphone dan uang tunai, korban juga telah dibaiat menjadi anggota NII di sebuah wilayah di Jakarta Selatan, Rabu (28/5). Baiat dilakukan oleh 4 pimpinan NII, diikuti sekitar 16 ‘anggota’ baru dari berbagai daerah.

Korban menjelaskan perkenalan dirinya dengan pelaku berawal pada awal bulan Mei 2008. Saat itu, pelaku sering mendatangi kos-kosannya di daerah Umbulharjo, Yogyakarta. Kedatangan pelaku awalnya hanya sebatas meminjam buku-buku kuliah. Pada perkembangan berikutnya, korban menawarkan berbagai ajaran terkait dengan ideologi NII.

Meski awalnya tidak tertarik, tetapi pada akhirnya korban bersedia diajak ke sebuah tempat.
Di tempat yang ternyata merupakan rumah makan itu, korban sudah ditunggu pasangan laki-laki dan perempuan, Ad dan Er. Di tempat itu, korban dicekoki berbagai doktrin perihal ideologi NII. Kuat dugaan karena pengaruh ‘ilmu’ tertentu akhirnya korban ‘kepilut’ dan bersedia menjadi anggota NII. Selanjutnya korban diajak ke Jakarta untuk dilakukan pembaiatan bersama belasan anggota NII dari berbagai daerah.
Selesai dibaiat, korban dan pengikut yang lain wajib menyerahkan sejumlah uang yang disebut sebagai ‘sodakoh’. Jumlahnya Rp 4 juta dan saat penyerahan disertai dengan surat pernyataan bermeterai Rp 6 ribu. Karena saat itu korban belum membawa uang dalam jumlah sebagaimana ditentukan, korban terpaksa menyerahkan handphone. Setelah menyerahkan handphone, korban dan para anggota baru NII disuruh pulang ke daerah masing-masing untuk turut menyebarkan ajaran NII.

Ketika tiba kembali di Yogyakarta, korban sadar dirinya telah ditipu oleh pelaku dan melaporkan ke pihak Kepolisian. ”Penanganan terhadap kasus itu dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror Polda DIY,” jelas Kanit Reskrim Polsektabes Umbulharjo Yogyakarta Ipda Tinton Yudha Riyambodo saat dikonfirmasi KR, Selasa (10/6). (KR)

---

16:53 / by / 0 Comments

No comments:

Post Top Ad