Wednesday, 10 December 2008

NII KW9 Murtad


Sebuah fenomena yang amat menyedihkan, melihat sekian banyak anak bangsa semakin dibodohi dan diperbudak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab. Sebuah proyek penyesatan, baik dalam hal kesesatan penafsiran Al-Quran maupun keilmiahan yang mengakibatkan pembodohan dikalangan aktifis NII KW9. Mereka memanfaatkan orang yang memiliki semangat perjuangan menegakan syariat Islam. Hingga kemasannya pun dapat mengelabui, para aktifisnya tak merasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan, bahkan menganggap apa yang dilakukan adalah bagian dari ibadah dan perjuangan penegakan syari’at Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Premis umum dikalangan NII KW9 yang terdoktrin lewat Mabadi Tsalasah yaitu diluar kelompoknya adalah kafir. Tidak bernegara Islam, kafir. Berpartai berarti kafir dan demokrasi adalah produk kafirin. Pokoknya yang ada urusan dengan Republik Indonesia dan segala sistem yang mendukungnya diluar NII KW9 adalah kafir.

Konon katanya, Visi and misi NII KW9 adalah memberantas kekafiran (tanpa jadi kafir ya) dan menggantikan sistem di Negara ini jadi Negara Islam. Proses akhir itu, Futuh dalam bahasa mereka, di program selama 15 tahun. Dan tahun depan, 2009, program tersebut sudah mencapai deadline dan harus mencapai hasil.

Semakin mendekati angka keramat itu, semakin pusing juga para pimpinan NII KW9 mengambil langkah. Pasalnya, perangkat untuk mencapai futuh belum ada. Logistik, infiltrasi personil ke pemerintahan, senjata untuk kudeta, umat yang militan atau “penaklukan” militer hanya awang-awang belaka. Boro-boro memiliki itu semua, mempertahankan para jamaahnya saja keteteran. Lalu, pertanyaan besarnya kini adalah, bagaimana caranya futuh?.

Inilah hebatnya Panji Gumilang. Otaknya berputar seperti gansing, kadang miring ke kiri, kadang miring ke kanan. Kali ini, miringnya tidak tanggung-tanggung, menjadi tim sukses pemilu legislatif dan eksekutif untuk partai Republikan. Dikutip dari hasil Ijtima Wilayah NII KW9 pada awal bulan Dzulhijah 1429 H, sekitar seminggu lalu, Syaikh menyatakan, “hai orang-orang yang beriman responlah ajakan ALLAH dan Rasul yang hari ini di rindukan masyarakat Indonesia. Kita diharapkan mensukseskan hajat Indonesia ini (pemilu). Ini bukan sukarela, tapi kewajiban.kalau tidak dijalankan ada sanksi. Jihad hari ini kita memasuki dinamika politik sesuai konstitusi, mengutip surat 48/27. kebetulan kita lagi cari kendaraan, sekarang ada yang menawarkan kendaraan itu secara gratis, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Yang penting bagi kita bukan kendaraannya, tapi sampai ke tujuan (proklamasi NII). Kita sekarang ibarat sang bayi, kalau sudah waktunya lahir maka pasti akan lahir juga. Yang tidak sesuai dengan konstitusi saja, kita mampu memobilisasi musyahadutul hijrah, apalagi yang legal. Kalau kita mau, pasti sangat mudah. Allah kuasa menyusun tulang-tulang yang berserakan (2/259). Makanya ini tugas berat territorial dan ini mutlak harus berhasil.Lihat perang Badar yang menang walau Umat Islam hanya sedikit (3:103).”

Pernyataan sang Syaikh, lucunya, di respon bak perintah nabi dan rasul beneran oleh jamaahnya. Kontan, sekarang sudah dibentuk tim sukses di lima wilayah daerah pemilihan. Bukan itu saja, mereka juga sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi caleg serta menyiapkan kantor dengan semuanya dibiayai atas dana umat. Weleh..weleh, ini berjuang gaya Islam atau solusi dalam kondisi kepepet. Kalau kita kembalikan ke doktrin mereka, sebenarnya yang kafir siapa ya?.

Terakhir Syaikh menutup pidatonya, “Dukung Caleg jalan, Hujumah Tafsiriah jalan, Maliyah jalan, Bersepeda jalan, jadi kita harus pintar membagi waktu. Hujumah Tafsiriyah harus sampai pada angka Tertinggi . Kita harus bisa jadi Manager maupun sebagai Katalisator. Pandai-pandai dalam menghadapi masalah yang menimpa kita karena perjuangan kita sudah hampir menuju kemenangan, FUTUH NII DAN RI SEGERA HANCUR.”

Subhanallah, sudah miring nyeleneh pula. Mengaku iman tapi kelakuannya seperti kafirin. Mengaku berjuang tapi dibawah bendera demokrasi yang dianggap kafir oleh mereka sendiri. Dimana letak perjuangan sebenarnya?. Di hati atau di kantong?. Dimana letak iman dalam diri mereka? Di qalbu atau saku?.

---

2 comments:

arif said...

Nama saya arif mas, saya mo tanya? itu kutipan komentar syeh panji gumilang pemimpin al-zaitun itu didapat darimana? apa mas ikut acara pembekalan itu? apa cuma karang-karangan saja?, karena banyak rekan saya yang juga wartawan ditangerang, ini bisa jadi berita besar, asal bisa dipertanggung jawabkan saja kebenarannya !!

Aji Cemerlang said...

Itu bukan karangan tapi kutipan yang dicatat oleh team NCC, silahkan komfirmasi ke Team NCC Call Center 02195641276 - 08567899431 Email - FS - Facebook - Tagged - Chat YM : ken_setia@yahoo.com