Minggu, 28 September 2008

Layanan LSM - NII Crisis Center

Perang konvensional telah berakhir puluhan tahun yang lalu, kini perang urat saraf, perang media dunia maya, perang ekonomi termasuk perang terhadap terorisme kini menjadi ikon menakutkan yang menghantui kehidupan berbangsa. Salah satu fakta nya ratusan ribu generasi muda kita dibawah bayangan ancaman gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia yang pada hakikatnya melenceng dari perjuangan Negara Islam Indonesia. Namun teragis nya pengancuran sisteamtis generasi muda berkedok agama ini justru di biarkan oleh ormas islam dan aparat hukum terutama MUI pusat, Mabes Polri dan BIN.

Sebuah teragedi kemanusiaan yang mengerikan mengingat jumlah angka korban yang sangat fantastis. Fakta-fakta sebenarnya sudah di ketahui khalayak. baik insitusi resmi pemerintah Sipil Militer, termasuk BIN dan mabes polri. Media masa adalah pihak yang paling terdepan menyuarakan fakta dan pengaduan korban yang tidak mungkin tidak di ketahui umat islam. namun realitas yang sering didengungkan insan pers dan orang tua korban tidak mampu menggugah semangat kebangsaan kita.

Belum adanya kordinasi dan keterpanggilan semua pihak tidak membuat kami pesimis, kami coba mengkoresi diri bawa kita belum serius dan belum ada kordinasi.salah satunya kurang nya informasi yang lengkap tentang bahaya NII dan ancamannya dalam kehidupan. Diperperparah pula lemahnya kepedulian dan kesetiakawanan terhadap fakta korban yang terus berjatuhan membuat kita semua terpanggil untuk membangkitan emosi ke bangsaan dan ukhuwah di antara sesama muslim. Telah banyak dari kalangan generasi muda kita menjadi korban expoitasi, ribuan orang tua menjerit , menangis dan meratapi anak-anak mereka tanpa daya dan entah mengadu kepada siapa karena jeritan mereka tak ada yang mendengar.

dst di : nii-crisis-center.com

----

Jumat, 26 September 2008

Secret Operation NII Panji Gumilang


Semalaman sempet nonton acara ini di metro TV. kebetulan sedng membahas masalah apa kaitan pesantren az zaitun yang super megah dan gerakan N11 / KW 9.

emang cukup meresahkan sepak terjang N11 ini, ada beberapa kawan yang pernah terlibat, bahkan ada family sendiri bercerai dengan suaminya karena ternyata seluruh keluarga suaminya adalah anggota N11.

awalnya suaminya katanya wiraswasta, ternyata akhir akhirnya ketauan belangnya suaminya adalah salah satu " lurah" di gerakan N11, yang kerjanya morotin harta orang lain, termasuk harta istrinya.
dan uniknya jaringan mereka lumayan luas mereka menghalalkan semua cara guna mengummpulkan dana yang sebesar2nya guna mewujudkan cita cita mereka untuk membangun Negara islam indonesia. ( menurut Versi mereka )

Jaringan N11, yang di pimpin oleh seorang yang bernama panji gumilang ini, lumayan eksis, sasaran empuk mereka adalah kalangan remaja, khususnya anak SMU dan kuliahan.

pernah liat orang2 yang suka nyebarin kotak amal , yang kotak nya kecil kecil ???... di jalanan sekarang banyak banget.
di dalam acara secret operation ini dijelaskan oleh si aktivis N11 ( yg mukanya di samarkan ) kalo orang2 yang menyebarkan kotak amal tersebut SUDAH PASTI jaringan mereka, dana yang mereka kumpulkan adalah untuk pembentukan N11.

gerakan ini sebenarnya di ketahui pemerintah atau tidak yah ???

Sources : http://binmustafa.multiply.com

---

Rabu, 03 September 2008

NII dan kubangan Kejahilan

Assalaamu'alaikum. Wr. Wb.

Saya ucapkan terimakasih kepada Ustadz yang telah menjawab pertanyaan saya tentang ajakan bersyahadat lagi... Saya ada beberapa pertanyaan lain:

  1. Sebenarnya siapakah Negara Islam Indonesia itu?
  2. Apakah saat ini gerakan itu masih ada, dan benarkah mereka sesat?
  3. Jika sekarang masih ada, kira-kira bagaimana ciri-ciri proses perekrutan mereka? Apakah melalui proses bersyahadat?

Terimakasih atas tanggapan Ustadz...

Wassalaamu'alaikum wr. Wb.

A.d.

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

NII atau Negara Islam Indonesia adalah sebuah gerakan politik yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Berawal dari kelompok TNI yang menyempal di bawah komando Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo. Awalnya hanya ketidak-puasan politik di kalangan tentara, tetapi kemudian berkembang menjadi doktrin aqidah tersendiri dan eksklusif.

Kasus-kasus seperti ini memang bukan yang pertama terjadi. Konflik berdarah syiah sunni sekarang ini, awalnya dahulu hanya berangkat dari ketidak-puasan di bidang politik, tetapi entah bagaimana kemudian berkembang menjadi aliran aqidah tersendiri.

Secara resmi NII dan TII sudah ditumpas habis dan tidak punya kekuatan apa pun. Namun secara spirit, banyak kelompok sempalan yang hari ini masih mengaku-ngaku sebagai 'titisan' dari NII. Sayangnya, jumlah kelompok ini banyak sekali dan beragam. Bahkan banyak yang malah sudah ditunggangi oleh kekuatan politik tertentu untuk sekedar menjadi boneka, tentu dengan maksud-maksud tertentu.

Ibarat sebuah kapal besar pecah menabrak karang, masing-masing penumpangnya mencari selamat masing-masing dengan menumpang sekoci-sekoci kecil. Tetapi kemudian sekoci-sekoci itu masih berpencar dan masing-masing bertabrakan sekali lagi dengan karang, akhirnya tinggal 'perahu-perahuan' dari kertas dalam jumlah ribuan. Masing-masing mengklaim sebagai pewaris resmi dari kapal besar itu.

Kelompok yang ada sekarang ini tentu tidak pernah mengalamipenumpasanpisik secara langsung sebagaimana di zaman Karto Suwiryo, sebab mereka adalah orang-orang baru yang direkrut kemudian. Tentu dengan doktrin yang sudah diramu sedemikian rupa. Bahkan tidak sedikit di dalamnya justru orang-orang 'titipan' penguasa untuk melakukan manuver-manuver tertentu dan dalam posisi on mission.

Ciri-ciri dan Doktrin

  1. Mengembangkan sistem kerahasiaan dalam gerakan, baik struktur maupun doktrin ajaran
  2. Mengembangkan paham takfir, sehingga semua orang yang tidak ikut dalam kelompok mereka dianggap bukan orang Islam.
  3. Menghalalkan darah semua orang yang tidak ikut dalam kelopok mereka, sehingga pengeboman massal atas nyawa manusia menjadi halal.
  4. Menghalalkan hak milik dan harta semua orang, selama orang itutidak ikut kelompok mereka, karena dianggap kafir. Sehingga perampokan, perampasan, penipuan, penjambretan dan penggelapan hukumnya halal kepada siapa pun, baik kepada sesama muslim apalagi kepada orang kafir.
  5. Mewajibkan syahadat ulang dengan keyakinan bahwa tanpa itu, seseorang dikatakan belum beragama Islam.
  6. Mewajibkan bai'at kepada pimpinan yang waktu, cara dan konsekuensinya amat rahasia. Serta kewajiban untuk merahasiakan bai'at.
  7. Mewajibkan ketaatan mutlak kepada pimpinan tanpa boleh melakukan kritisi atau pengecekan kepada ulama lain.
  8. Kewajiban membayar upeti yang disebut dengan beragam istilah, baik zakat, infaq, pajak, kaffrat atau apa pun namanya.
  9. Namun terkadang malah tidak mewajibkan shalat, dengan alasan fase perjuangan mereka masih marhalah Makkah. Padahal kewajiban shalat justru sudah ada sejak awal mula turun wahyu.
  10. Menghindari kritisi dan debat dari para ulama ahli syariah secara terbuka, karena mereka tahu bahwa apa yang mereka ajarkan memang tidak punya argumen syariah. Mereka tahu bahwa mereka sesat dan menyesatkan.

Rekruitment

Tentu saja umat Islam yang punya akal dan punya bekal pemahaman agama yang lumayan, akan menolak mentah-mentah doktrin-doktrin di atas. Sehingga 'dagangan' mereka ini tidak akan laku kalau 'dijual' di tempat-tempat yang banyak ulama dan kiyai serta orang-orang yang melek syariah.

Maka asongan itu mereka dagangkan di tempat-tempat yang sepi dari ulama dan para ahli syariah. Sasaran objek rekruitmen mereka adalah orang-orang berada tapi awam dalam agama.

Sehingga dengan dicukil sepotong ayat Quran yang ditafsirkan semaunya, bahkan tanpa rujukan dari kitab-kitab yang muktamad, mulailah berjatuhan para korban. Kasihan sekali, seharusnya orang-orang itu mendapat hidayah dan ilmu yang benar, tetapi dengan aksi-aksi seperti ini, tenggelamlah mereka di dalam kubangan kejahilan.

Sebaiknya, marilah kita ketuk hati sebagian saudara kita agar kembali ke jalan yang benar. Dan marilah kita jaga agar jangan sampai ada lagi korban-korban berikutnya. Amien

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc