Jumat, 31 Oktober 2008

Kebanggaan NII Zaytun

BANGGA DG NII AL ZAYTUN

Apa sih yang dibanggakan dari MAZ?!
Gedung yang megah?
Kandang Sapi & KamBing?!
Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin?!
Semua yang ada deh di MAZ?!

MAZ pasca pemecatan Imam Syarwani, otomatis jadi milik dinasti ASPG
ASPG kabarnya mau serahkan ke NKRI
Buktinya di MAZ banyak aturan yang membuat santri dan karyawan mati satu persatu, ataupun tereleminasi alias kabur gak tahan gaK digaji

SOAL KANDANG SAPI? ITUKAN MILIK SUHARTO ALIAS SAPI TAPOS-BOGOR YANG HIJRAH KESANA.
KALO AJA SAPI ITU BISA BERBAIAT DGN ASPG. ANE YAKIN SAPI ITU NGAKU KOK IMAMNYA SUHARTO & SA’ADILAH MURSYID, HENDRO DAN WIRANTO
BAGAIMANA SIH ANTUM

JATI EMAS MILIK SIAPA?
MILIK UMAT ISLAM BANGSA INDONESIA?
APA IYAH?
ITUKAN MILIK-INVESTASI YAPTO & YORIS BOSNYA PEMUDA PANCASILA.
TANYAKAN AJA KE ASPG

BANGUNAN YANG MEGAH DAN INVESTASI
SEBAGIAN MILIK GEORGE SOROS AGEN YAHUDI
BAGAIMANA SIH ABI & UMMI ?????????????

Ane Taufik Hidayat, DEMI ALLAH
BUKAN MANTAN NII seperti AL CHAIDAR, AMIN DJAMALUDDIN & SUROSO ABDUSSALAM

KITA SESAMA UMAT ISLAM SALING BERSAUDARA, KEWAJIBAN ANE UNTUK MENYELAMATKAN ABI-ABI & UMMI SEKALIAN

UDAH DAH GAK USAH MENIPU DIRI SENDIRI
DAN MENGHIBUR DIRI!!!!!!!!!!!!!

ANE DAH BICARA LANGSUNG DENGAN ASPG
TANYA SAJA LANGSUNG ASPG

APA SIH YANG DIBANGGAKAN????????

SANTRI & KUALITAS PENDIDIKANNYA

WONG PRESIDEN KAMPUS SANG PUTRI ASPG UJIAN AJA DAPAT BOCORAN SOAL DARI ASPG
BIAR DIANGGAP PINTAR & BERPRESTASI
KALIAN KAN TAHU SANG PUTRI ASPG ITU SAKIT-SAKITAN, MANJA DAN PLAY GIRL
IQ NYA BIASA-BIASA AJA TUH

PENGUASAAN BAHASA?
GAK ADA TUH LULUSAN ZAYTUN YANG NGUASAI BAHASA INGRIS @ ARAB
APALAGI SANTRI-SANTRINYA BORO-BORO KUASAI DUNIA DGN 7 BAHASA NGIBUL AJA TUH MAJALAH AL ZAYTUN

UDAH LAH KITA AKHIRI PERMUSUHAN INI
KITA AKHIRI PROPAGANDA & KEBOHONGAN INI

TUHAN ITU MAHA MELIHAT, MAHA MENDENGAR
MAHA MENOLONG, MAHA MENGETAHUI, MAHA PEMBUAT MAKAR, DAN MAHA SEGALANYA

AKHIRI KEDUSTAAN INI
APA ARTINYA HIDUP DALAM SANGKAR EMAS
BILA HATI TERJAJAH
PIKIRAN TERKOOPTASI
JANGAN HARAP HIDAYAH AKAN DATANG
JADI APAPUN PESAN INI
PASTI CUMA DIANGGAP
BIAR ANJING MENGGONGGONG
KAFILAH TETAP BERLALU

ANE AKHIRI DENGAN KALAM ILLAHI
‘YAA AYYUHALLADZII NA AMANU’
LIMA TAQULLU MAA LAA TAF’ALUN
KABURO MAQDAN ‘INDALLAH
AN TAQULU MA LA TAF ‘ALUN

HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN (MAZ)
JANGAN KATAKAN APA YANG TIDAK KAMU KERJAKAN, SUNGGUH BESAR KEMARAHAN DISISI ALLAH, JIKA KALIAN MENGATAKAN APA YANG TIDAK KITA KERJAKAN.

MOGA KITA TIDAK TERGOLONG ORANG-ORANG MUNAFIQ & SEGOLONGAN KOMUNITAS JAMA’AH
“ORANG YANG MENGANGGAP DIRINYA TELAH MENIPU ALLAH, PADAHAL IA MENIPU DIRINYA SENDIRI”

TIDAK ADA SEDIKITPUN KEBENCIAN DALAM HATI ANANDA, KITA BUKAN MUSUH
KITA BERSAUDARA, JUSTRU TUGAS ANANDA MENCINTAI ABI & UMMI UNTUK SALING KITA MENYELAMATKAN.

KEBOHONGAN ASPG
KORUPSI ASPG
TARIAN ASPG DIATAS PENDERITAAN
HARUS DIAKHIRI
BUKAN OLEH TANGAN-TANGAN NKRI
TAPI OLEH KITA SENDIRI
UMAT ISLAM BANGSA INDONESIA

KITA USIR ASPG DARI NEGARA KARUNIA ALLAH. KITA HABISI SEKARANG ATAU KITA YANG AKAN DIHABISINYA.

KITA BANGUN KEMBALI MA’HAD AL ZAYTUN
SECARA SEDERHANA, DIHARGAI DAN REVOLUSIONER UNTUK CITA YANG SATU TEGAKNYA NKA DIBUMI ALLAH

BEBAS DARI ODE BARU, MILITER, JIL, JARINGAN GEREJA, SUHARTO ‘CENDANA’ YAHUDI GEORGE SOROS, INTELEJEN, SETAN MUSUH ABADI

TAUFIK HIDAYAT

Kamis, 30 Oktober 2008

Mimpi Buruk NII KW9


Nama ini mungkin hanya Haq Allah, hanya sekedar mengingatkan Syaykh Abu Bakar yang makin gak ‘PD’ hingga harus susah2x jualan ummat berkedok ASA ‘Asosiasi Sepeda Santai Ala Abri’ Show of Force Minggu lalu adalah bukti bahwa ‘kalian warga teritorial NII’ sedang masuk bursa saham ‘jual beli suara’ ala Ali Moertopo.

Seharusnya kemarin subuh adalah hari terakhir bagi si ‘OROK’ Hanya dikawal ‘anjing-anjing polri’ berupa provider, tidaklah ’sulit’ bagi kami untuk menghadang si ‘OROK’ dan pasukan sepeda ‘cukup dengan satu hantaman’tapi lagi-lagi biarin aja. Sebab hak eksekusi ada ditangan Garda Tibmara yang ketakutan bila mendengar suara ‘OROK’.

Syaykh bagi mantan Garda Ma’had bagaikan ‘Thogut dan Mimpi Buruk’ Oleh Tibmara ia bagaikan Monster yang sangat menakutkan. Virus Ketakutan bagaikan ‘TUHAN BARU’ dengan berhala yang bernama ‘AL ZAYTUN”

Si OROK yang punya Guru Besar SOEHARTO & GEORGE SOROS lebih ditakuti ketimbang ALLAH Yang Maha Berkuasa lagi Perkasa. Gak adanya perlawanan thd DAJJAL ORDE BARU bernama Salam Rasyidi dapat disimpulkan bahwa Kita Sudah Kehilangan Aqidah & Syahadah kita sebagai Kaum Muslimin. OBAT DARI PENYAKIT SYIRIK TSB HANYALAH SATU ‘LAWAN PANJI GUMILANG’ DENGAN SEGALA KEMAMPUAN & KETIDAKMAMPUAN’ HENTIKAN PERBUDAKAN - STOP & BONGKAR KORUPSI DAN MANIPULASI BERBAGAI INFAQ=SHODAQOG-NAFAQOH ATAS NAMA NEGARA YANG DINIKMATI PARA MAS’UL-MAS’UL WILAYAH & DAERAH DI ATAS PENDERITAAN JAMA’AH.

STOP KETAKUTAN KALIAN TERHADAP PANJI GUMILANG SANG DAJJAL DARI DUKUN GRESIK. BANGUN AQIDAH KALIAN HANYA UNTUK LAA ILAA HA ILLALLAH.BILA KETAKUTAN & KEPALSUAN BERSATU MAKA JANGAN HARAP TEGAKNYA HUKUM ISLAM. KARENA THAGUT ADALAH THAGUT. ZAYTUN ADALAH CENDANA. CENDANA ADALAH GEORGE SOROS. SOROS ADALAH YAHUDI. YAHUDI ADALAH MUSUH DARUL ISLAM.

Inilah yang membutakan mata-hati para Ummat hingga Mas’ul terhadap Kebatilan yang terorganisir bernama Al; Zaytun.

Saya pastikan HARI-HARI ESOK ADALAH HARI-HARI TERSULIT & MIMPI BURUK BAGI KELUARGA BESAR DINASTI SI OROK. MUHAROM INI ADALAH TAHUN BARU ISLAM TERAKHIR. PROYEK MERCU SUAR REZIM THOGUT SOEHARTO AKAN TERBONGKAR SEBAGAIMANA JANJI ALLAH ‘AKULAH SEBAIK-BAIKNYA MAKAR!”

Mudah-mudahan Kita cepat bertobat. Yakni dengan satu kata saja “LAWAN” Panji Gumilang Si OROK dari CENDANA. Yang sedang menjualbelikan kalian untuk ditawar oleh Kekuatan Politik Thogut bernama : GOLKAR, HANURA & PKPB.

sources : Khoirul

Rabu, 15 Oktober 2008

Aliansi Mahasiswa Bubarkan NII KW9

ALIANSI MAHASISWA BELA NEGARA
DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR
NEGARA ISLAM INDONESIA KW 9 – FAKSI MA’HAD AL ZAYTUN

Sebagaimana pengalaman pahit yang pernah kami alami, yakni terjebak dalam sebuah kegiatan pengajian yang berujung kepada sebuah gerakan Islam yang menghendaki tegaknya kembali Negara Islam di Indonesia, atau lebih populer dengan sebutan NII/KW 9. Di mana kami diperintahkan (diwajibkan) menjalani seluruh aktifitas keagamaan yang sudah baku, seperti: berbai’at kepada pimpinan gerakan, mengajak orang lain untuk masuk dalam gerakan tersebut, mencari dana dalam pengumpulan infak, zakat dan shadaqah, dan berbagai doktrin menghalalkan segala cara. Kesemua aktifitas itu, demi berlangsungnya gerakan NII dan pembangunan Ma’had Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Nantinya, Ma’had Al Zaytun dicitakan sebagai cikal bakal ibu kota (ummul qura) Negara Islam Indonesia. Pengalaman kami telah diabadikan diberbagai pemberitaan pers dan dunia perbukuan nasional, bahkan dibuktikan secara faktual dalam dokumen MUI Pusat dan Balitbang Depag, tragisnya fakta tersebut tetap tidak cukup membuka mata hati para pemimpin bangsa ini.

Menyaksikan kenyataan sosial di lapangan, adanya pembiaran terhadap tumbuhberkembangnya potensi separatisme, disintegrasi dan penyebaran rasa kebencian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disertai praktek kriminalitas dan sikap permusuhan terhadap masyarakat bahkan kepada sanak saudara sendiri sesama kaum muslimin. Akhirnya, dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai anak bangsa, kami merasa terpanggil dan tergerak untuk menyuarakan Petisi Keprihatinan ini dalam sikap dan tuntutan sebagai berikut :

  1. Menuntut Pemerintahan SBY – JK untuk segera menginstruksikan POLRI, DEPAG, Kejaksaan Agung dan BIN menindaktegas dan menghentikan sekarang juga segala bentuk gerakan kejahatan terorganisir dari Gerakan NII KW 9. Sudah cukup banyak jatuh korban disertai fakta dan data yang berhasil ditemukan dan disuarakan oleh masyarakat, insan pers cetak & elektronika nasional, akademisi, komunitas pesantren dan dikuatkan oleh dokumen Laporan Lengkap Team Investigasi MUI Pusat 2002 yang sudah dianggap final (terpublikasikan) serta dokumen Balitbang Depag 2004 yang kini disembunyikan oknum Balitbang Depag hingga tak pernah dipublikasikan;
  2. Dengan kesadaran penuh dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa, kami mengajak saudara-saudara kami yang masih aktif dalam gerakan NII KW 9 – Ma’had Al Zaytun untuk meninggalkan segala bentuk aktifitas pelanggaran nilai sosial (kriminalitas), tidak lagi meninggalkan Sholat 5 waktu dan berbagai ajaran (doktrin) NII KW 9 seperti Fa’i (aktifitas pengumpulan dana dengan menghalalkan segala cara), mengkafirkan kedua orang tua dan berbagai doktrin yang menyesatkan.
  3. Menyerukan kepada seluruh Mahasiswa Indonesia untuk SIAGA SATU membentengi kampus terhadap berbagai upaya rekrutmen jama’ah NII dari berbagai kampus dan segera mendirikan POSKO-POSKO SIAGA SATU NKRI MENGHADAPI NII KW 9 – MA’HAD AL ZAYTUN.

Untuk itu kami siap menjadi martir dan saksi terhadap berbagai tindak kejahatan sosial dan agama yang diorganisir oleh Gerakan NII KW 9, terutama kami siap membuktikan dihadapan pengadilan, bahwa kejahatan territorial NII KW 9 dikomandoi oleh Syaykh A.S. Panji Gumilang pimpinan Ma’had Al Zaytun, Indramayu – Jawa Barat.
Korban anak bangsa sudah terlalu banyak, terlalu mahal harga yang harus dibayar bila tragedi kemanusiaan ini terus dibiarkan. Segala bentuk pembiaran dan penentangan terhadap konspirasi pembusukan potensi generasi muda penerus bangsa pasti akan hancur. Bila Aparatur Negara terus membiarkan karena dalih ‘hukum tak mampu menjerat’ maka pada saatnya kami berkesimpulan, bahwa ini Kejahatan Negara. Semoga secarik kertas ini menjauhi kita dari tumpukan dosa dan bala bencana.
Atas nama wakil dari mantan jama’ah NII dari berbagai kampus,


  1. Universitas Indonesia (UI)
  2. STEKPI
  3. BINA NUSANTARA (BINUS)
  4. Universitas SAHID
  5. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
  6. UHAMKA (IKIP Muhammadiyah)
  7. GUNADHARMA
  8. UN Syarief Hidayatullah (IAIN)
  9. Universitas Mustopo Beragama
  10. Universitas JAYABAYA
  11. TRI SAKTI
  12. YAI - Salemba
  13. Universitas Al Azhar
  14. Universitas BOROBUDUR
  15. Bina Sarana Informatika (BSI)
  16. IISIP
  17. Univesitas Nasional (UNAS)
  18. Universitas Pancasila
  19. ISTN
  20. PERBANAS
  21. BINA NUSANTARA (BINUS)
  22. TARUMANEGARA
  23. INDONESIA ESA UNGGUL
  24. IPB
  25. Universitas PAKUAN
  26. ABA - ABI
  27. UNISMA
  28. STIE RAWAMANGUN
  29. ATMAJAYA
  30. SEKOLAH PERAWATAN BINAWAN

SIARAN PRESS :
KESATUAN MAHASISWA BELA NKRI
MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2008
MENSIKAPI ISU NASIONAL TENTANG MARAKNYA ALIRAN SESAT
KORBAN GENERASI MUDA, KALANGAN PELAJAR & MAHASISWA
(DISKRIMINASI ORMAS ISLAM & APARAT HUKUM MENSIKAPI ALIRAN SESAT)

Sepertinya makna Sumpah Pemuda yang mengikrarkan : “Berbangsa Satu, bertanah Air Satu dan Berbahasa Satu : INDONESIA” tinggal kenangan, slogan, proyek dan komsumsi politik belaka.

Faktanya ratusan ribu generasi muda kita dibawah bayangan ancaman serangan membabi-buta dari gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah 9 dibiarkan oleh Ormas Islam dan Aparat Hukum, terutama MUI Pusat, Mabes Polri dan BIN.
Fakta dilapangan sampai Oktober 2007 tidak kurang dari 151.000 anggota aktif NII KW 9 sudah masuk ke rumah, ke sekolah, ke kampus dan ke tempat kerja kita. Berdasarkan sensus kewarganegaraan di NII KW 9 pada 2002 tercatat 120.000 anggota dan aparat meningkat 25 % dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Setahun 6.000 pemuda dan mahasiswa kita kehilangan masa depannya, dengan rincian 500 orang setiap Bulan, 125 orang setiap Minggu dan 7 orang setiap hari. Ini hitungan terendah dibandingkan target 2 orang setiap bulan dari 151.000 anggota aktif yang bergerak, yang artinya : 302.000 setiap bulan, 75.500 setiap minggu , 10.067 setiap hari warganegara Indonesia dari kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa menjadi target rekrutmen anggota baru NII KW-9.

Pemuda kita saat ini sedang di ‘Perangi’ pada hakekatnya adalah Serangan Mematikan terhadap Keluarga Besar Bangsa Indonesia. Puluhan Fakultas Perguruan Tinggi sudah menggelar Serangan Balik berupa Seminar dan Deklarasi Pembentukan Posko Siaga Anti NII KW-9, bahkan puluhan Aksi Penggerebekan dilakukan dan juga diekspos Media Masa. Namun sangat disayangkan selain Serangan balik yang Tidak Seimbang dibanding Kekuatan Lawan. Setiap Penangkapan Anggota dan Markas NII KW-9 selalu terhenti ditangan kepolisian yang tidak professional dan ‘gak tahu apa-apa’

Kami harus akui bahwa NII KW-9 memiliki semangat dan motto : Gugur Satu, Tumbuh Seribu, dan patriotisme cita-cita tegaknya Negara Islam inilah yang tepat disematkan sebagai bentuk pengakuan kami terhadap kegigihan, disiplin, loyalitas dan kekuatan tempur serta daya rusak gerakan NII KW-9. Kemampuan dan Kekuatan mereka inilah yang dipandang sebelah mata oleh Ormas Islam dan Aparat Hukum serta Intelejen. Bila ada anggota NII KW-9 yang disersi ataupun keluar pada hakekatnya ‘habis manis sepah dibuang’ ekonomi keluarga hancur, artinya berakibat pemiskinan sistematis, drop out dari perkuliahan berakibat masa depan suram, artinya bertambahnya pengangguran dan meningkatnya kriminalitas, dan tragisnya hilangnya kepercayaan dari keluarga masyarakat berakibat banyaknya mantan NII KW-9 yang stress, putus asa hingga depresi sampai hilang ingatan.

Dibekali Manajemen MLM, Teori Marketing Modern, Pendekatan Psikologis dan Metode Rekrutmen Bergaya Intelejen mereka mampu mengorganisasikan diri nyaris sempurna dalam operasi cuci otak dan tindak kriminal. Wal hasil ditahun 2001 – 2003 mereka nyaris tidak tercium aparat dan masyarakat. Namun sejak gencarnya perang terhadap NII KW-9 oleh segelintir masyarakat didukung media masa secara professional. Pertahanan NII KW-9 mulai terbuka, mereka bukan lagi organisasi yang disebut ‘klandestain’, bawah tanah, system sel atau ‘tidak saling mengenal alias terputus’ Ibarat binatang liar mereka bisa dilihat, dipegang, dicengkram dan ditangkap hidup-hidup. Mereka tidak asing bagi kami, bahkan seharusnya juga bagi kepolisian apalagi intelejen. Belasan kali kami dan orangtua korban mendatangi ormas Islam, Komnas HAM, institusi kepolisian dan intelejen (BIN) menghadirkan sejumlah fakta, barang bukti dan kesaksian. NAMUN sepertinya HIDAYAH dan RAHMAH tidak pernah hadir dalam sanubari para pemimpin, ulama dan tokoh Islam, juga petinggi negri, baik eksekutif maupun legislative yang selalu sibuk dengan kekuasaan dan ambisi politik.

Penghancuran dan pembusukan generasi muda bangsa terus berlanjut. Apakah harus menunggu kerabat Presiden SBY, atau anak Petinggi Partai Demokrat, atau Petinggi Pejabat Negara yang jadi korban dulu baru ‘bertindak’ Kadang terlintas dalam benak kami mendo’akan ‘Supaya Para Elit Penegak Hukum dan Penegak Syari’ah itu agar ada dari anak dan keluarganya menjadi Korban NII KW-9, agar mereka juga dapat turut merasakan penderitaan, jerit tangis dan ketidakberdayaan sebagaimana dirasakan puluhan ribu Orang Tua Korban NII KW-9.
Kasus Penculikan ‘Raisyah’ dan ‘Vonis Sesat’ terhadap Al Qiyadah Al Islamiyah adalah ‘BUKTI DISKRIMINASI’ tersebut.

Sejak kasus penculikan Raisyah isu maraknya Aliran Sesat kembali mengemuka. Bermunculan aliran sesat lainnya semisal Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Haq dan Qur’an Suci, mereka bagai bentuk ‘Terorisme Baru’ yang menghantui dan meresahkan masyarakat, karena kebanyakan korbannya adalah kalangan pemuda mahasiswa dan pelajar. Hampir semua pihak berlomba-lomba bereaksi. Namun sayangnya Aparat Hukum dan Ormas Islam tidak mampu mengkritisi dan mengambil momentum dari fenomena ini, bahkan terkesan adanya diskriminasi aparat hukum dalam menindak pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah baru-baru ini yang reaktif dan menyalahi prosedur hukum. Ormas Islam sendiri, terutama Majelis Ulama Indonesia Pusat terbukti pandang bulu dan diskriminatif dalam ‘Perang terhadap Aliran Sesat’ Faktanya MUI Pusat, Departemen Agama dan sebagian besar Ormas Islam menutup mata terhadap maraknya aktivitas rekrutmen gerakan berkedok Negara Islam Indonesia yang menamakan diri NKA (Negara Karunia Allah) KW-9 yang berpusat di Ma’had Al Zaytun, Indramayu Jawa Barat.
Ada beberapa kesamaan Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Haq dan Qur’an Suci terkait dengan NII KW-9, bahkan ketiganya adalah bentuk ‘mutasi’ dari NII KW-9, sebagai berikut :

  1. memiliki kesamaan pola rekrutmen dan modus operandi yang digunakan NII KW-9 dengan menggunakan system MLM, pengaburan identitas nama ‘awal’ & nama ‘hijrah’;
  2. memiliki kesamaan prinsip dasar perjuangan, yakni doktrin ‘Iman, Hijrah & Jihad’, meyakini periodesasi Mekkah – Madinah yang berakibat belum adanya kewajiban sholat dan haji. Di NII KW-9 menggunakan doktrin RMU (Rubbubiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah) dimana kewajiban sholat 5 waktu diganti dengan Sholat Aktifitas dalam bentuk menjalankan Program Negara, dengan merekrut anggota dan mengumpulkan Infaq & shodaqah dengan menghalalkan segala cara yang berpotensi memicu tingginya tingkat kriminalitas
  3. memiliki dokumen doktrin yang sama dan punya benang merah dengan doktrin ‘aliran Isa Bugis & Lembaga Kerasulan’ yang sudah dilarang Pakem Kejaksaan Agung yang menjadi doktrin utama Aparat Territorial NII KW-9 selain mendirikan ‘Negara dalam Negara’

Dari 3 analisa diatas kami menemukan beberapa fakta yang harus ditindaklanjuti :

  1. Kami memiliki saksi bahwa Ahmad Mushoddiq alias Abdussalam adalah aparat aktif territorial NII KW-9 dan kebanyakan jama’ah Al Qiyadah Al Islamiyah adalah hasil mutasi dari jama’ah NII KW-9 sendiri, bahkan dalam Koran Tempo (23/10) Ahmad Mushoddiq sendiri mengaku pernah menjadi aparat NII KW-9
  2. Beberapa alumni NII KW-9 semisal : Heri Gulun (pelaku Bom Kuningan), Asmar Latin Sani (pelaku Bom Marriot) dan Hambali (DPO Terorisme yang ditangkap AS) adalah mantan didikan dan doktrin NII KW-9. Bila kita mengkritisi temuan Tim Investigasi MUI Pusat dan Balitbang Depag tentang NII KW-9 dan Ma’had Al Zaytun, disimpulkan bahwa doktrin ‘cuci otak’ kelompok KW-9 memiliki muatan yang jauh lebih radikal dan menyimpang dari ajaran Islam, misalnya :
  • NKRI adalah Negara Pancasila yang berhukum Jahiliyah (Thogut) wajib diperangi,
  • Semua umat Islam di NKRI adalah Kafir, termasuk orangtuanya sendiri
  • Harta diluar kelompok KW-9 adalah Halal, boleh dirampas karena dianggap Fa’i
  • Menganggap para aparat pimpinnya adalah para rasul- rasul yang wajib dita’ati
  • Sholat rutinitas 5 waktu dianggap ‘sia-sia’ dan diganti dengan sholat aktifitas

  1. Maraknya aksi penculikan yang diberitakan media masa terhadap hilangnya mahasiswa/i bukan dilakukan kelompok Al Qiyadah Al Islamiyah, yang juga dibantah Ahmad Mushoddiq. Fenomena hilangnya pemuda dan mahasiswa bukan diculik, mereka kabur dari rumah dengan sukarela yang merupakan ‘hasil cuci otak’ indoktrinisasi dan rekrutmen NII KW-9 yang operasinya sejak 10 tahun terakhir ini dibiarkan aparat kepolisian dan intelejen, terutama diera Dai Bachtiar dan Hendropriyono.
  2. Pelaku utama penculik Raisyah, Yogi pernah aktif dalam sebuah Faksi NII beraliran Sabilillah.Bahkan sebagian besar SMU di Jakarta menjadi target utama pada saat menjelang persiapan masuk Perguruan Tinggi hingga Penerimaan Mahasiswa Baru. Bahkan menurut pengakuan Bapak Doni Direktur PLK Universitas Indonesia semua Fakultas di UI sudah disusupi NII KW-9 dan banyak mahasiswa baru yang berhasil direkrut oleh gerakan NII KW-9. Maka tak heran bila di Jakarta semua Perguruan Tinggi dibawah target operasi NII KW-9. Maraknya kegiatan seminar dan diskusi NII Masuk Kampus seharusnya menyadarkan semua pihak terutama pihak rektor dan penangungjawab dunia pendidikan akan bahaya yang mengancam generasi muda bangsa, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.

Atas dasar penilaian diatas, kami mengajukan tuntutan sebagai berikut :

  1. memberikan waktu 7 x 24 jam bagi MUI Pusat dan Departemen Agama menindaklanjuti hasil temuannya dan melaporkan kesesatan dan pengorganisasian tindak kriminal NII KW-9 dan Ma’had Al Zaytun kepada Presiden, PAKEM Kejaksaan Agung dan Mabes POLRI ;
  2. Bilamana tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan mengorganisasikan seluruh kekuatan elemen Mahasiswa dan Umat Islam menuntut agar MUI DIBUBARKAN ;
  3. memberikan waktu 1 bulan kepada MABES POLRI, PAKEM KEJAKSAAN AGUNG dan BIN untuk menindak tegas aktifitas ‘Negara dalam Negara’ yang dilakukan NII KW-9, dan membubarkan Ma’had Al Zaytun dan mengamankan asset umat Islam tersebut;
  4. Bilamana tidak ada isyarat baik dari pemerintah, maka kami akan melakukan tindakan hukum sesuai aturan Islam dan nilai-nilai Pembukaan UUD 1945, yakni melakukan segala tindakan untuk mempertahankan wilayah NKRI terhadap serangan musuh dari dalam
  5. Menghimbau kepada seluruh saudara kami para pemuda, pelajar dan mahasiswa yang masih aktif dalam Gerakan NII KW-9 dan Ma’had Al Zaytun untuk merenungkan dan menyadari kekhilafannya, serta kembali ke jalan yang benar dan kembali kepangkuan tanah air tercinta, NKRI, serta kembali kepada keluarga dengan semangat baru menatap masa depan ;
  6. Menuntut seluruh elemen bangsa, terutama Ormas Islam untuk memerangi semua aliran sesat ‘tanpa pandang bulu atau bersikap diskriminatif’ dengan mengedepankan penegakan hukum dan upaya pendekatan dialogis menyelamatkan generasi bangsa.

Demikian Isi Siaran Press ini dibuat demi kemuliaan bangsa dan tegaknya hukum di tanah air tercinta.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Senin, 13 Oktober 2008

Lagi Korban NII

KEMBALI KEJALAN YANG DI RIDHOI ALLAH SWT

Sources : Ridha Allah

ImageSemasa kuliah aku sudah berjihad ke NII (Negara Islam Indonesia) kemudian aku bertemu dengan seorang gadis yang juga berjihad ke NII, beberapa waktu kemudian kami menikah dibawah tangan dengan aturan NII. Menurut ajaran NII “jika isteri belum hijrah ke NII, maka ia dianggap kafir”. Bukan isteri saja bahkan siapapun yang belum hijrah ke NII maka mereka dianggap Kafir. Ajaran/tuntutan hijrah ini berkembang cepat, sehingga keseharianku hanya konsentrasi dari kampus ke kampus untuk mencari TARGET yang dihijrahkan ke NII plus setoran uang yang tidak sedikit.

Tahun berganti tahun kehidupan rumah tanggapun berantakan harta benda habis hanya untuk setoran ke NII. Kuliahku putus, demikian pula dengan istriku, karena uang ujian aku gunakan untuk setor ke NII, hidupku tidak ada arah, semakin membabi buta aku mencari target-target baru, dan masalahku semakin rumit’
“Aku hidup dalam pengawasan untuk memperoleh target yang dapat dihijrahkan ke Organisasi NII, yang diikuti dengan uang setoran yang tidak sedikit”.

Aku telah menelantarkan isteri dan anakku, karena aku berjihad total ke NII, aku menjabat sebagai pimpinan setingkat kepala desa. Pada saat itu isteriku mulai bekerja.
Melihat betapa kusutnya permasalahan rumah tangga kami, pimpinan kantor isteriku menyarankan agar aku menemui bapak Antono guna membantu menyelesaikan masalah-masalah yang melilit keluargaku.
Disisi lain isteriku sudah mencapai titik klimaks, ia “TRAUMA dengan NII”, maka ia bersama anak-anakku lari dari rumah meninggalkan aku sendirian.

Bersama pa Antono aku mendapat bimbingan dalam menyelesaikan persoalanku, dan memang persoalanku satu-persatu selesai, namun aku masih menyembunyikan identitasku sebagai Pimpinan Desa NII.
Dengan terselesaikan persoalan demi persoalanku , seharusnya aku berterima kasih kepada Bapak Antono dan Bosnya isteriku, namun aku punya niat lain yaitu: “Aku ingin menghijrahkan Bapak Antono dan Bos Isteriku ke Organisasi NII”.

Suatu hari aku berdiskusi dengan Bapak Antono bersama jemaah lainnya tetang masalah kehidupan kedepan, disini aku terpancing oleh Pak Antono tentang NII, saat itu Pak Antono kaget yang dikiranya negara Islam itu masih dalam wacana, ternyata menurut keteranganku bahwa NII sudah berdiri dan saya punya jabatan di NII sebagai pimpinan setingkat kepala desa, akhirnya identitasku “TERBONGKAR” juga, termasuk Pucuk Pimpinan NII, sampai tujuan yang tersembunyipun terlacak habis. Disini niatku “GAGAL TOTAL”.

Pada waktu itu dengan ijin Allah SWT, Bapak Antono menghadirkan (secara Ghoib) rohani Pucuk Pimpinan NII yaitu AS PANDJI GUMILANG melalui seorang mediator beliau. TERNYATA Pimpinan NII tersebut mengakui bahwa Ajaran NII ini adalah ajaran sesat dan tidak di ridhoi oleh Allah SWT serta semata-mata hanya bertujuan keduniawian saja. Organisasi ini secara financial memang kuat karena mendapat support dari Petinggi di negeri ini, belum dari setoran-setoran dari hasil hijrah, juga setoran wajib dari desa sampai propinsi.


Dengan terdeteksinya tentang dan bagaimana NII, aku merasa shock, gregetan, marah, sedih....dan pada saat itu juga aku merasa baru menyadari bahwa JIHADKU selama ini adalah sia-sia dan PETAKA.

Saat itu pula aku bertekad bulat untuk hengkang dari NII dan mengikuti Pengajian yang lurus yaitu Pengajian yang dipimpin oleh Bapak Antono. Alhamdullilah aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke jalan yang benar. Sekarang aku sudah menikah lagi, kehidupan rumah tanggaku hari demi hari makin bahagia dan harmonis.

Melalui media masa ini (website) saya menghimbau dan mengajak rekan-rekan yang masih berjihad di NII, sadarlah bahwa kalian tersesat dan segeralah kembali kejalan yang lurus yang di ridhoi Allah SWT, mumpung masih ada waktu dan kesempatan sebelum terlambat.....!!!!
Ciri NII itu sesat adalah dapat terbukti:

  1. Pernahkah Rasulullah mengajak orang untuk hijrah, jihad ke Islam harus dengan memakai mahar atau setor uang..???
  2. Jika NII itu ajaran yang benar, kenapa tidak terbuka untuk si'ar Islam? Kenapa mesti gerilya/sembunyi-sembunyi untuk mencari target Hijrah..???
  3. Mestinya sesama muslim terjalin rasa bersaudara, rasa saling sayang menyayangi, yang kuat membantu yang lemah, kenapa di NII tidak ada rasa itu...?? bahkan anak dengan seenaknya menuduh orang tuanya sebagai “KAFIR” jika tidak hijrah ke NII.
  4. Berapa besar dosa yang ditanggung karena telah menyengsarakan orang yang dihijrahkan dengan setor uang..?

Selebihnya silahkan rekan-rekanku yang masih berjihad dapat menelaah sendiri dan berpikir jernih dalam menyingkapi dari ciri kesesatan tersebut diatas dan segera sadarlah, bahwa kalian ada dalam PETAKA..!! dan perlu saya sampaikan, bahwa sampai kapanpun tak akan pernah terwujud yang namanya negara Islam di negara Republik tercinta ini.

Firman Allah : QS 4 : 100

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَغَمًا كَثِيرًا وَسَعَة ًوَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi Ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.

Segera hubungi saya jika ingin pembuktian:

PANJI KOKO

Perumahan Taman Ciruas Permai,

Block C.1/48 Ciruas - Serang - Banten

Hp: 0815-84246299, 081399222271, 0813-77792294

"BERSAMA PENGAJIAN RIDHO ALLAH HIDUP LEBIH TENANG DAN NYAMAN"

Sabtu, 04 Oktober 2008

Video dan Artikel NII


Menyediakan VCD dan DVD Film Documenter
  • video kesaksian mantan aktifis NII AL-ZAYTUN
  • video kesaksian mantan Santri AL-ZAYTUN
  • video kesaksian orang tua korban NII AL-ZAYTUN
  • Rekaman dari berbagai Media Televisi
  • Infestigasi Mega Proyek AL-ZAYTUN SESAT
  • Membongkar gerakan sesat NII dibalik pesantren mewah AL-ZAYTUN
  • Penyimpangan dan Kesesatan ALaytun
  • Bunker AL-ZAYTUN
Hubungi : ( 021) 91645774 - 08818828347


Jumat, 03 Oktober 2008

Pejabat NII Dipenjara Seumur Hidup

Pejabat NII Diancam Penjara Seumur Hidup

TEMPO Interaktif

BANDUNG, Sidang kasus makar sekelompok orang yang menamakan diri Negara Islam Indonesia (NII) Jumat (8/8) digelar di Pengadilan Negeri Bandung. Tiga pejabat NII: Dede Suparman, 37 tahun, Suganda, 63 tahun dan Dedi Mulyadi, 41 tahun didakwa melakukan gerakan makar dan diancam hukuman penjara seumur hidup.

Jaksa Penuntut Indra Pribadi menyatakan, ketiganya didakwa dengan pasal berlapis. Diantaranya Pasal 106, 107, dan 110 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana untuk terdakwa Dede. Pasal 107 dan 154 a jo pasal 55 KUHP untuk Suganda dan Dedi.

Menurut Jaksa Indra, aksi makar Dede dan Oban alias Abdurahman dilakukan di sebuah rumah di kompleks Riung Bandung sepanjang 2002 hingga 2008. "Terdakwa mengaku sejak 2002 menjadi anggota NII," kata Indra saat membacakan dakwaan.

NII adalah kelompok yang didirikan S.M. Kartosuwiryo pada 7 Agustus 1948. Kelompok ini ingin mengubah NKRI menjadi negara Islam. Kelompok yang sudah lama dinyatakan terlarang ini dibangkitkan lagi oleh Samsul Alam pada akhir 90-an.

Dede sendiri, di struktur negara itu menjabat sebagai Bupati Wilayah Garut sejak 2007. Bosnya Dede atau yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Selatan adalah Muhamad Sobari alias Abu Patin. Adapun Oban adalah Residen Garut-Sumedang Wilayah 72. Karena posisinya itu, Dede berwenang menyusun kekuatan pemerintahan dengan membaiat dan memungut infaq dari anggotanya.

"Terdakwa telah merekrut anggota NII sebanyak 234 orang dan memungut infaq sebesar Rp 6 juta per bulan dari anggotanya,"kata Indra. Dana itu disetorkan ke Oban untuk ongkos pemerintahan negara.

Adapun Suganda adalah Kepala Bagian Penerangan. Sedangkan Dedi adalah Bupati Sukabumi Timur. Keduanya berwenang merekrut dan menggalang dana dari anggota baru sebesar 2,5 persen hingga 25 persen dari penghasilan per bulan.

"Dana disetorkan ke rekening Gubernur Jawa Barat Selatan Abu Patin di Al Zaitun Indramayu,” kata Indra. Dana itu untuk membiayai program NII Jawa Barat Selatan yang beranggotakan sekitar 4500 orang.

Erick P. Hardi

sources : Pejabat NII di Penjara