Selasa, 23 Desember 2008

PARTAI NII

CALON LEGISLATIF PARTAI REPUBLIKAN DARI NII KW9

Tahun 2009 menjadi waktu penting bagi pertarungan antar parpol demi menikmati segelintir kekuasaan di kursi-kursi jabatan Republik ini. Tahun 2009, juga menjadi tonggak sejarah, menurut program Abu Toto, dengan tergulingnya Republik Pancasila ini menjadi Negara Islam Indonesia. Walau terkesan mustahil, tapi paling tidak itu diyakini betul oleh para pengikut KW9 sebagai langkah akhir perjuangan yang teramat melelahkan.

Usut punya usut, futuh KW9 tidak datang dengan revolusi bersenjata layaknya Taliban maupun revolusi sosial seperti di Filiphina ketika rakyat menggulingkan Marcos. Para penggelora jihad salah kaprah ini manut saja pada pimpinannya mau dibawa kemana. Menjelang 2009, selama perjuangan terprogram 15 tahun, belum pernah ada gambaran real bagaimana merebut kekuasaan Negara ini, kecuali membanggakan Mahad Al Zaytun yang nantinya jadi ibukota Negara. Namun kini, ujug-ujug, persiapan futuh merebak seantero markas-markas NII. Perintah Imam menyatakan bahwa caranya futuh adalah melalui partai.

Entah darimana asalnya wangsit futuh lewat partai itu muncul. Mungkin kalau partai besar yang mengusung mereka, masih ada peluang lah, itu pun harus bertarung dulu dengan partai besar lainnya. Herannya, yang mereka usung adalah partai gurem, Partai Republikan. Waduh mas, gimana cara futuhnya?. Wong yang menguasai legislatif aja ndak bisa merubah dasar negeri ini, apalagi yang ndak ada suaranya. Tapi biarlah, mungkin ini juga cara ALLAH untuk membuka mata dan mata hati mereka bahwa mereka tidak tau apa-apa tentang politik negeri ini serta siapa yang mereka lawan.

Hasil syuro pusat di Ma’had Al Zaytun yang disampaikan pada syuro wilayah di awal Dzulhijjah 1429H atau awal Desember 2008, menetapkan lima calon legislatif yang harus didukung oleh segenap jamaah KW9. Termasuk penetapan tim sukses yang akan bergerilya di setiap struktur teritorial. Mereka adalah;

1) H. Imam Prawoto. Dapil Banten I (Kabupaten dan Kodya Tanggerang), anak Panji Gumilang.

2) Muhammad Sholeh Aceng, SH. Dapil Banten III (Pandeglang dan Lebak),

3) Drs. Miftah. Dapil Jawa Barat III (Kodya Bogor dan Cianjur), keponakan Panji Gumilang.

4) Dr. Dani Kadarisman. Dapil Jabar X (Kuningan, Banjar dan Ciamis),

5) Ir. Suripto. Dapil Jatim X (Gresik Lamongan).

Melihat aksi ini seharusnya menyadarkan masyarakat umum, maupun masyarakat NII KW9, betapa perjuangan mentegakkan Negara Islam dibawah Panji Gumilang hanya slogan tanpa arti yang kemudian berakhir pada tempat pemungutan suara. Lebih buruk lagi mereka bukan berdiri diatas kaki sendiri, tapi hanya mendompleng kendaraan orang lain. Layaknya orang mendompleng, hanya numpang dan bukan pemilik kendaraan. Tentu sang supir lah yang akan menentukan tujuan. Dan Partai Republikan bukanlah sarana yang mampu membawa perjuangan Negara Islam pada titik akhir.

Seperti air, keputusan Panji Gumilang selalu mengalir dan tidak pernah teguh seperti karang yang tahan benturan badai dan ombak. Apa dan Siapa yang menguntungkan, itu yang dituju terlepas dari norma dan nilai yang dia cetuskan sendiri. Bukti lima caleg diatas tersebut diperkuat dengan pencalonan anak perempuannya sebagai calon legislatif dapil Indramayu dari Partai GOLKAR. Tawaran Golkar yang seharusnya diambil oleh anak Bupati Indramayu ini lalu digelontorkan kepada Panji Gumilang, mengingat suara Al Zaytun masih signifikan untuk pemilihan putaran Bupati selanjutnya.

Bicara politik praktis seperti itu memang sah-sah saja dalam era demokrasi seperti sekarang. Tapi bagi mujahid yang mengangkat tinggi tangannya dengan takbir untuk mentegakkan Negara Islam yang mulia, hal ini sudah kelewat batas. Kelewat batas aqidah, lewat batas normatif gerakan dan kelewat batasan Qanun Azasy itu sendiri.

Kalau sudah seperti ini siapa yang harus disalahkan. Yang jelas umatnya menjadi korban, lagi, lagi dan lagi. Sedangkan yang diuntungkan dari ini semua adalah Panji Gumilang sekeluarga dan para politisi Republik yang mereka anggap kafir. Lalu apakah tafsir Qur’an yang menyatakan pada kafir, fasik dan dzalim bagi orang-orang yang tidak melakukan hukum Islam hanya berlaku untuk orang RI saja?. Lalu apa yang berlaku untuk warga NII KW9?. Mereka mengaku bernegara Islam, berhukum Islam dan berumat Islam namun ikut dalam sistem kafir untuk mendapatkan sedikit kursi kekuasaan bersama orang-orang yang dikafirkannya selama ini. Inikah pejuang Islam?. Atau hanya politisi? Atau mungkin penipu ulung?. Ah, dalam kamus NII KW9, sama saja, tidak ada bedanya. DC

Team Infestigasi Nii Crisis Center

---

Partai RepublikaN
Kepengurusan
Ketua Presidium : Letjen. (Purn) Drs. H. Syahrir, MS,SE
Anggota Presidium : Muslim Abdurrahman, Murphy Hutagalung, Orie Andari, dan Sudharto
Sekretaris Jenderal : Drs. Yus Sudarso, SH, MH, MM
Nomor urut : 21

Alamat DPP :
Kompleks Perkantoran Pulo Mas Blok VI No.1-2 Jakarta Timur
Telp. (021) 4702960
Fax. (021) 4702966

Jumat, 19 Desember 2008

Kelompok NII Dituntut Lima Tahun

Kelompok NII Dituntut Lima Tahun
Sonny Budhi R

BANDUNG, TRIBUN - Belasan terdakwa kasus dugaan makar, di antaranya para “pejabat” Negara Islam Indonesia (NII), rata-rata dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jumat (12/12) siang.

Mereka diduga terbukti merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan perbuatan mereka meresahkan masyarakat. Bahkan, mereka dianggap berbelit-belit dalam persidangan.

“Perbuatan mereka harus dihadapkan dengan KHUPidana Pasal 107 jo 106 tentang makar, serta harus diancam hukuman lima tahun penjara. Karena terlibat melakukan gerakan makar,” ungkap JPU Syarudin Prabu SH saat membacakan tuntutan terdakwa Mugito, yang menjabat sebagai Bupati Bandung 712 Daerah Andir.

Sidang terhadap 17 terdakwa tersebut digelar serentak di tiga ruang sidang. JPU yang dilibatkan antara lain Cucu Gantina SH, Syarudin Prabu SH, Eka Aryanto SH, Solihin SH, Indra Pribadi SH, Pintauli SH, dan JPU lainnya. Majelis Hakim terdiri dari Jony Santosa, Hidayatul Manan, serta Hadi Siswoyo.

Sidang ini tampak sepi penonton. Yang datang hanyalah sejumlah keluarga terdakwa dan kerabat dekatnya. Para terdakwa pun seusai sidang enggan berbicara banyak. “Saya ini orang yang sangat antimakar. Saya tidak terima tuntutan tersebut,” kata Suganda, yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jabar Selatan NII.

Tidak jarang para keluarga terdakwa saat sidang dimulai langsung menangis. Seperti istri terdakwa Asep Sutardi. Wanita berkerudung merah muda ini terus menangis ketika suaminya dituntut tiga tahun lebih.

Pengacara para terdakwa terlihat tidak hadir. Informasi yang diterima Tribun menyebutkan para pengacara tidak datang karena kesibukan lain. Sidang dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan dari para terdakwa. (sob)

Para “Pejabat” NII yang Jadi Terdakwa:
* Suganda (Wakil Gubernur Jabar Selatan)
* Dede Suparman (Bupati Garut Sumedang)
* Dedi Mulyadi (Bupati Sukabumi)
* Mugito (Bupati Bandung Daerah Andir)
* M Suratman (Wabup Bogor)
* Juhana (Wabup Garut Sumedang)
* Iping Syaripudin (Wabup Bandung)
* Ugas (Bupati Bandung Utara)
* Oban (Bakorwil Garut Sumedang)
Terdakwa lainnya:
* Ahdiat, Rizal, Uden, Rizal, Onip, Asep Sutardi, Dede, Agus


Tiga “Pejabat” NII Diancam 15 Tahun - Seumur Hidup
Setiap Anggota Wajib Membayar Infak

BANDUNG, (PR).-


Tiga terdakwa kasus makar pendirian Negara Islam Indonesia (NII) Jabar Selatan, diancam hukuman 15 tahun penjara hingga seumur hidup. Demikian terungkap dalam sidang pertama berupa pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jumat (8/8).

Terdakwa Dede Suparman, sebagai Bupati Garut Timur, diancam pasal 106 KUHP tentang makar dengan ancaman penjara seumur hidup atau kurungan 20 tahun. Dalam sidang yang dipimpin hakim Zaharuddin tersebut, JPU Indra Pribadi dalam dakwaannya menyebutkan, Dede terbukti melakukan makar dengan cara melakukan dan mengajak seseorang untuk masuk NII dari tahun 2002 hingga tertangkap, Minggu 20 April 2008.

Dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Indra Pribadi dan Suharso juga menyebutkan bahwa terdakwa telah merekrut sekitar 234 orang dan telah memungut uang Rp 6 juta per bulan. Uang tersebut kemudian diserahkan ke Oban alias Abdurrahman sebagai Bupati Garut-Sumedang.

Selain terdakwa Dede, juga disidangkan dua terdakwa lainnya, yakni H. Suganda sebagai Menteri Penerangan NII dan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Sukabumi Timur. Dalam sidang kedua yang dipimpin hakim Arsil Marwan itu, kedua terdakwa diancam pasal 107 tentang makar dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 154 a KUHP tentang penodaan lambang negara dengan ancaman empat tahun penjara.

Prosesi hijrah

Dalam dakwaan JPU, H. Suganda dan Dedi Mulyadi juga memungut uang infak dari anggotanya. Setiap anggota NII diwajibkan membayar infak 2,5%-25% dari penghasilan setiap bulannya. Dana tersebut disetorkan kepada Gubernur Kepala Wilayah Jabar Selatan atas nama Muhamad Sobari alias Abupatin melalui rekening nomor 0870.01.006.776.537 cabang BRI Al Zaytun, Indramayu.

Selanjutnya, dana itu digunakan untuk membayar gaji para pejabat NII dan keperluan operasional program NII. Sedangkan untuk menjadi anggota kelompok NII, setiap calon anggota wajib terlebih dahulu melakukan prosesi hijrah dari NKRI ke NII dengan menyatakan ikrar janji setia atau baiat.

Sebelum ditangkap, kedua terdakwa pada Minggu 20 April 2008 di Kompleks Bumi Asri Blok B 07 Cihanjuang Cimahi Utara Kota Cimahi, melakukan pembaiatan terhadap calon anggota NII. Seperti diketahui sebelumnya, Polda Jabar menangkap 17 pelaku makar pendirian NII Jabar Selatan. Mereka ditangkap saat melakukan pembaiatan di wilayah Riung Bandung Kota Bandung dan Cihanjuang Kota Cimahi. (A-113) ***



Rabu, 10 Desember 2008

NII KW9 Murtad


Sebuah fenomena yang amat menyedihkan, melihat sekian banyak anak bangsa semakin dibodohi dan diperbudak hanya untuk kepentingan segelintir kelompok yang tidak bertanggung jawab. Sebuah proyek penyesatan, baik dalam hal kesesatan penafsiran Al-Quran maupun keilmiahan yang mengakibatkan pembodohan dikalangan aktifis NII KW9. Mereka memanfaatkan orang yang memiliki semangat perjuangan menegakan syariat Islam. Hingga kemasannya pun dapat mengelabui, para aktifisnya tak merasa bersalah terhadap apa yang mereka lakukan, bahkan menganggap apa yang dilakukan adalah bagian dari ibadah dan perjuangan penegakan syari’at Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Premis umum dikalangan NII KW9 yang terdoktrin lewat Mabadi Tsalasah yaitu diluar kelompoknya adalah kafir. Tidak bernegara Islam, kafir. Berpartai berarti kafir dan demokrasi adalah produk kafirin. Pokoknya yang ada urusan dengan Republik Indonesia dan segala sistem yang mendukungnya diluar NII KW9 adalah kafir.

Konon katanya, Visi and misi NII KW9 adalah memberantas kekafiran (tanpa jadi kafir ya) dan menggantikan sistem di Negara ini jadi Negara Islam. Proses akhir itu, Futuh dalam bahasa mereka, di program selama 15 tahun. Dan tahun depan, 2009, program tersebut sudah mencapai deadline dan harus mencapai hasil.

Semakin mendekati angka keramat itu, semakin pusing juga para pimpinan NII KW9 mengambil langkah. Pasalnya, perangkat untuk mencapai futuh belum ada. Logistik, infiltrasi personil ke pemerintahan, senjata untuk kudeta, umat yang militan atau “penaklukan” militer hanya awang-awang belaka. Boro-boro memiliki itu semua, mempertahankan para jamaahnya saja keteteran. Lalu, pertanyaan besarnya kini adalah, bagaimana caranya futuh?.

Inilah hebatnya Panji Gumilang. Otaknya berputar seperti gansing, kadang miring ke kiri, kadang miring ke kanan. Kali ini, miringnya tidak tanggung-tanggung, menjadi tim sukses pemilu legislatif dan eksekutif untuk partai Republikan. Dikutip dari hasil Ijtima Wilayah NII KW9 pada awal bulan Dzulhijah 1429 H, sekitar seminggu lalu, Syaikh menyatakan, “hai orang-orang yang beriman responlah ajakan ALLAH dan Rasul yang hari ini di rindukan masyarakat Indonesia. Kita diharapkan mensukseskan hajat Indonesia ini (pemilu). Ini bukan sukarela, tapi kewajiban.kalau tidak dijalankan ada sanksi. Jihad hari ini kita memasuki dinamika politik sesuai konstitusi, mengutip surat 48/27. kebetulan kita lagi cari kendaraan, sekarang ada yang menawarkan kendaraan itu secara gratis, kenapa tidak kita manfaatkan saja. Yang penting bagi kita bukan kendaraannya, tapi sampai ke tujuan (proklamasi NII). Kita sekarang ibarat sang bayi, kalau sudah waktunya lahir maka pasti akan lahir juga. Yang tidak sesuai dengan konstitusi saja, kita mampu memobilisasi musyahadutul hijrah, apalagi yang legal. Kalau kita mau, pasti sangat mudah. Allah kuasa menyusun tulang-tulang yang berserakan (2/259). Makanya ini tugas berat territorial dan ini mutlak harus berhasil.Lihat perang Badar yang menang walau Umat Islam hanya sedikit (3:103).”

Pernyataan sang Syaikh, lucunya, di respon bak perintah nabi dan rasul beneran oleh jamaahnya. Kontan, sekarang sudah dibentuk tim sukses di lima wilayah daerah pemilihan. Bukan itu saja, mereka juga sudah menyiapkan kadernya untuk menjadi caleg serta menyiapkan kantor dengan semuanya dibiayai atas dana umat. Weleh..weleh, ini berjuang gaya Islam atau solusi dalam kondisi kepepet. Kalau kita kembalikan ke doktrin mereka, sebenarnya yang kafir siapa ya?.

Terakhir Syaikh menutup pidatonya, “Dukung Caleg jalan, Hujumah Tafsiriah jalan, Maliyah jalan, Bersepeda jalan, jadi kita harus pintar membagi waktu. Hujumah Tafsiriyah harus sampai pada angka Tertinggi . Kita harus bisa jadi Manager maupun sebagai Katalisator. Pandai-pandai dalam menghadapi masalah yang menimpa kita karena perjuangan kita sudah hampir menuju kemenangan, FUTUH NII DAN RI SEGERA HANCUR.”

Subhanallah, sudah miring nyeleneh pula. Mengaku iman tapi kelakuannya seperti kafirin. Mengaku berjuang tapi dibawah bendera demokrasi yang dianggap kafir oleh mereka sendiri. Dimana letak perjuangan sebenarnya?. Di hati atau di kantong?. Dimana letak iman dalam diri mereka? Di qalbu atau saku?.

---

Selasa, 09 Desember 2008

Sapi Perah NII KW9 (New)

JARINGAN BISNIS NII KW9
(new edisi edited)

Pendidikan ekonomi dan ekomoni pendidikan yang dicanangkan Abu Toto lewat pelaksanaanya di MAZ ternyata menjadi fokus sampingan yang juga mulai dirintis di kalangan NII KW9 teritorial. Melihat perkembangan pembangunan maupun perekrutan santri di MAZ serta perekrutan dan juga pencarian dana di territorial yang semakin menurun akibat gempuran berbagai pihak, para mas’ul KW9 daerah Jakarta Selatan mengambil langkah antisipatif dengan membuka jaringan bisnis.

Jaringan KW9 Jakarta Selatan yang para distriknya memiliki latar belakang pendidikan baik dan ekonomi yang cukup mapan berkolaborasi membentuk jaringan bisnis yang menjadikan jamaahnya sebagai basis pasar serta agen-agen penjualan yang produktif. Menurut mantan mas’ul distrik Kebayoran Baru, langkah ini diambil melihat potensi yang berkembang sekarang. Selain itu melihat gelagat stagnasi pemikiran dan ide-ide baru dari para pemimpin daerah yang sudah tidak memikirkan hal lain kecuali pemenuhan program tanpa ada solusi lain. Terlebih mengingat keilmuan manajemen serta agama dari pimpinan daerah yang payah, belum lagi usianya yang sudah uzur.

Adalah Cilandak Barat, distrik yang paling subur di daerah Jakarta Selatan yang menjadi motor ide pembukaan jaringan bisnis. Pasalnya, mereka telah melakukan hal tersebut sebelumnya, belum lagi latar belakang mereka yang bekas pengusaha. Jaringan bisnis yang terbentuk ada tiga jenis. Ketiga jenis bisnis tersebut menjadikan para jamaahnya sebagai konsumen sekaligus salesman, mungkin bisa disetarakan seperti jaringan MLM. Bentuk bisnis yang Pertama, bisnis yang bersifat lokal, dengan kata lain, bisnis yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri tanpa bantuan dari kelompok atau idariah lain. Kedua, bisnis join, yaitu jaringan yang mengelaborasi 9 distrik dalam beberapa bentuk bisnis. Ketiga, bisnis pusat, yaitu bisnis yang merupakan perintah dari MAZ.

Bentuk bisnis yang ketiga merupakan bisnis yang digembar-gemborkan sejak lama, bahkan sempat menjadi friksi diantara pimpinan KW9. Sebagai contoh kasus terbaru dalam urusan bisnis tersebut adalah mundurnya Imam Supriyanto dari ketua Yayasan Pesantren Indonesia yang membawahi MAZ lantaran tidak mau menandatangani nota pinjaman dana milyaran dari bank Centuri untuk membeli sapi dari New Zealand. Alasan H. Imam adalah beliau tidak mau nanti bertanggung jawab terhadap pinjaman yang begitu besar, sementara tanggung jawab beliau hanya sebagai boneka di susunan Yayasan. Belum lagi ratusan milyar utang MAZ setiap tahun ke Bank Centuri yang digunakan untuk maintenance building serta biaya operasional harian belum terbayar (untuk data tahun 2001 saja MAZ meminjam ke Bank CIC sebanyak 111 Milyar untuk pembangunan lewat kredit agunan, bayangkan kalau setiap tahun MAZ meminjam dengan jumlah yang sama). Kasus ini menyebabkan Imam Supriyanto harus keluar dari MAZ. Keluarnya H. Imam tidak menyurutkan langkah Abu Toto, dia pun menandatangani pinjaman tersebut dan membeli sapi sebanyak 1180 yang sudah tiba di MAZ satu bulan lalu. Sapi perah ini, seyogyanya, akan dijadikan sumber susu yang nanti akan diproduksi atas nama MAZ. Konsumennya adalah para jamaah sekaligus bertindak sebagai penjual dagangan MAZ. Program yang telah muncul sejak satu tahun lalu ini telah tersosialisasi luas dan bahkan menjadi modus operandi perekrutan jamaah yang dilakukan lewat interview, penyebaran kuestioner pada koresponden calon pembeli susu. Selain program susu, bisnis dari pusat yang turun ke teritorial adalah sepeda. Penjualan sepeda kepada para mas’ul ini dimaksudkan untuk menggiatkan aktivitas olahraga. Kegiatan ini sudah digalakkan. Kini setiap sore para mas’ul wilayah sampai distrik keliling komplek tempat markas mereka dengan bersepeda. MAZ mengambil sepeda dari sebuah perusahaan di Cina bermerk Giant yang kemudian menjualnya pada mas’ul sebagai bagian dari program “sosilisasi” yang wadahnya juga telah dibentuk, yaitu Asosiasi Sepeda Sport AlZaytun (ASSA).

Baru-baru ini, bisnis KW9 yang sedang gencar disosialisasikan adalah Kampung 99. Bisnis join dari 9 distrik di Jakarta Selatan ini berlokasi di Meruyung, Cinere tepat disebrang Masjid Dian Al Mahri. Merupakan sebuah lahan sebesar 5 ha yang akan terus dilebarkan pembangunannya. Konsep pembangunannya seperti campuran jungle dan mekar sari serta dapat disewakan untuk umum. Nama Kampung 99 diputuskan bersama pada syuro Sembilan distrik yang disaksikan perwakilan pimpinan daerah Jakarta Selatan. 99 diambil dari Asmaul Husna yang kini juga diwajibkan untuk dihafal bagi setiap jamaah selain baiat 9 dan sapta subaya. Dalam beberapa wawancara di koran yang mereka bayar untuk mengiklankan Kampung 99, ada yang bernama Kholid yang memiliki nama asli Teddy dan merupakan staff keuangan aktif distrik 934 (Tebet), mengatakan bahwa Kampung 99 dirintis oleh keluarganya yang terdiri dari Sembilan orang. Sembilan orang yang dimaksud adalah para pimpinan dari Sembilan distrik di terirorial KW9 Jakarta Selatan. Bisnis join lain yang muncul sebelum Kampung 99 adalah Koperasi Jaya Kerta Sejahtera yang berlokasi di Pondok Betung, Ruko no 14B, Bintaro. Koperasi ini beranggotakan semua jamaah KW9 di Jakarta Selatan lengkap dengan kartu anggotanya.

Terakhir, bentuk bisnis lokal, masih di dominasi dari distrik Cilandak Barat. Sentra ekonomi yang mereka miliki adalah Bakso Paun 9 yang berada di Aneka Buana Cirendeu, Event Organizer Daun Production yang beralamat di Pondok Betung no 1B Bintaro dan Ka-Ki Enterprise di Radio dalam (ka-ki artinya kanan kiri atau NII-RI). Selain itu juga ada bisnis susu yang bermerk Sehat, susu ini mereka produksi sendiri karena menunggu lama dari pusat.

Munculnya bisnis seperti ini merupakan fenomena baru dimana kesadaran mereka terbangun melihat keterpurukan. Bahwa mereka butuh orang lain dan pihak lain untuk maju terlepas dari iman dan kafirnya menurut tafsir mereka. Langkah yang lebih positif semoga menghasilkan hasil yang positif. Namun bila usaha tersebut dibuat untuk meluaskan jaringan perekrutan dan pencarian dana yang mengorbankan aqidah kaum muslimin, maka semoga menjadi musibah bagi kedzaliman mereka semua.

Satu hal yang juga menguntungkan dari informasi ini bagi semua pihak diluar NII KW9 korban adalah kemudahan untuk mengindentifikasi keanggotaan mereka lewat jaringan bisnis yang mereka bentuk. Bagi orang tua yang anaknya menjadi bagian dari bisnis diatas, berhati-hatilah!, kemungkinan besar anak anda sudah menjadi anggota NII KW9.


---

Minggu, 07 Desember 2008

Munafik adalah ibadah wajib NII Zaytun

Luar biasa Panji Gumilang dan para jamaahnya, mereka menganggap dirinya manusia2 pilihan, mereka juga memvonis bahwa RI adalah kafir jadi mereka pun harus bisa bersiasat dengan orang RI yang katanya KAFIR ?? Mereka bilang ga berpolitik / partai , tapi ternyata mereka sendiri biangnya partai, bahkan di pemilu RI lalu mereka sampai berlaku curang, buktinya penggelembungan suara di A-Zaytun sampai ribuan suara, walaupun ga ada yang berani otak-atik seh..

Ditahun 2009 mereka juga sudah menyiapkan lima CALEG DI PARTAI REPUBLIKAN untuk lima daerah pemilihan di indonesia. Anehnya diantara caleg nya adalah Putra-putri Panji Gumilang sendiri yaitu H. Imam Prawoto DAPIL BANTEN1 ( Kabupaten Tanggerang Plus kodya Tanggerang ) Lucu kan ?? katanya ga ber PARTAI ?? hehe heh..Mana buktinya….mau menggerogoti RI ya he he he…

Yang jadi masalah kenapa para anggota / jamaah NII KW9 masih ber istiqomah melihat banyaknya penyimpangan yang dilakukan panji gumilang, dana-dana yang mereka infak kan masuk ke rekening Panji Gumilang, sementara jika ada kebutuhan di Ma’had Al-Zaytun mereka ngutang di Bank CIC yang sekarang Merger dengan nama Bank CENTURY.

Salah satu contoh mereka ngutang adalah ketika Ma’had Al-Zaytun hendak mendatangkan Sapi dari New Zewland, karena tidak ada dana maka sertifikat Al-Zaytun pun di GADAI di BANK CENTURY itupun yang tanda tangan bukan Panji Gumilang, namun dari Eksponen Al-Zaytun yang saat ini Non Aktif karena merasa bersalah telah menggadaikan aset umat islam untuk kepentingan yang tidak jelas, sebuah propaganda untuk mengelabuhu orangrRI tapi ternyata GAGAL..Survey memebuktikan bahwa sapi2 yang dikirim ke Zaytun adalah sapi sapi yang sakit, luar biasanya setiap bulan pun sapi2 itu pun TEWAS lebih dari lima (5) ekor…alasanya cuaca dan ikllim yang tidah sama..jadi harus bersosialisasi dengen lingkungan dulu…LUAR BIASA !!!!

Buat temen2 yang masih Aktif diteritorial, buka mata hati agar melihat kebenaran, sadarlah bahwa kalian ini sekarang cuma dijadikan sapi perah dan dijadikan mesin politiknya Panji Gumilang..Semangat kalian untuk menegakan Din Allah amat luar biasa, tapi bukan di situ tempatnya..Percayalah setelah kalian habis habisan ,maka kalian akan ditendang karena ga berguna seperti sampah…Sebelum berbicara lebar tentang NEGARA, marilah kita benahi diri kita agar sejalan dengan apa yang tertera dalam petunjuk Nya.

Semoga kita semua senatiasa mendapatkan Hidayah dan jalan terang untuk beribadah guna mencapai ridho Allah SWT…Amin

Sources : NII-CRISIS-CENTER

---