Monday, 5 January 2009

Petuah bijak ex-petinggi NII MAZ



Saya rasa either anda mantan atau tidak mantan dari NII Versi Al Zaytun, kalau anda sudah mengenal karakter dari ummatnya, maka sebaik – baiknya menyelamatkan mereka adalah tidak dengan menentang mereka tetapi dengan memberi pengertian dan pembuktian. Sepanas – panasnya anda sudah “dikadalin” NII Versi Al Zaytun tapi basically islam adalah tetap selamat menyelamatkan. Trust me I know the anger likes. Semakin mereka dikasari ( ataupun dikerasi dengan perkataan keras), mereka semakin yakin dengan pakem yang sudah ditanam. Semakin dibilang sesat mereka semakin yakin keberadaan mereka itu haq. Taruhlah kata dianggapnya, Muhammad dulu juga dicaci maki.

Di luar seluruh caci maki ini. Apa tidak pernah dipikirkan bahwa ada qorina yang sekarat melahirkan anaknya di malja saking tidak adanya biaya, kemudian, bahkan idariyah mereka tidak peduli, Masul kerja 24 jam untuk dicaci maki atasan tanpa kesempatan mencari nafkah untuk kesejahteraan keluarganya sendrii, mas’ul nya nengok pun tidak atau anak-anak mas’ul sendiri tidak bisa masuk Al Zaytun karena tidak bisa bayar uang muka, karena jabatan kurang tinggi jadi tidak bisa nyicil. Paket yang dari tahun ke tahun semakin berkurang padahal anak semakin banyak. Kemana larinya dana itu, jika memang digunakan oleh kelompok NII Versi Al Zaytun kenapa malah bermegah-megah ketimbang mensejahterakan ummat, setidaknya keluarga mas’ul beranak banyak yang sudah mengorbankan segalanya demi mereka NII Versi Al Zaytun dan berharap setidaknya diperhatikan sedikit keberadaannya, masih mencoba berharap karena tidak ada lain yang bisa diharap. Bahkan is the fact, my family menjadi pelacur demi membesarkan 4 anaknya karena suaminya menjadi eksponen di MAZ, karena tidak mencukupinya nafkah untuk hidup sederhana sekalipun. masya Allah. saya menangis jika mengingat itu. yang lebih miris salah seorang masul berkata dengan tanpa dosa bahwa semua itu adalah resiko perjuangan.

Kemana sifat saling melindungi, saling menolong, saling menyelamatkan, basic dasar dari islam, dari aliran manapun. NII atau tidak NII. Apa sudah ditutup oleh mimpi Al Zaytun. Hingga kenyataan pahitnya dianggap cost dari perjuangan, resiko perjuangan NII masa perang. Dan nanti pasti ada kondisi jika si anak sudah marah dan mengancam, orangtuanya akan baik – baikin semampunya hingga anaknya tenang dan akhirnya melupakan marah dan kebodohannya. And by then, show will go on again. It’s just a fact of life. Setelah jangka waktu tertentu, pembodohan dan penteroran internal akan berlaku lagi..

Cuma saja mereka lupa bahwa nabi besar itu tidak pernah membodohi ummatnya terlebih memeras ummatnya untuk bangunan – bangunan utopia seperti di NII Versi Al Zaytun. Pada titik sekarang sudah berapa posting maliyah diperkenalkan di NII Versi Al Zaytun demi membangun kemegahan MAZ di indramayu yang memang luar biasa. Ini diluar kecrekan yang harus disiapkan tiap ummat setiapkali ada mas’ul datang dan membawa acara. Akan lebih lucu lagi kalau di tahun depan demi menutup defisit anggaran ada posting sodaqoh mustasfal untuk membangun katanya RS International di sana dan rumah bagi para mujahid, Isnt it cool. Tapi mereka yang ada di dalam sudah lama dibutakan oleh mimpi-mimpi seperti dijaminkan anak-anaknya pada pendidikan di Al Zaytun (which zero approval), kemenangan futuh mekah dan lain-lain. Biarkan saja mereka melihat kelemahan dan kehancuran menggerogoti mereka sendiri. Walau yang sangat disayangkan adalah orang-orang yang sudah diperbodoh, mengorbankan segalanya bahkan kesejahteraan keluarganya demi NII Al Zaytun, mas’ul–mas’ul yang menekan ummat dengan infaq or else, menghalalkan fa’I walau di internal mereka sendiri fa’I dilarang, tetapi tetap dilakukan untuk menutupi nuqson idariyah, berikut adat kecrekan mereka peracara yang kadang membutakan mereka (Terutama untuk distrik ke atas terutama di 92). Perbedaan pendapat diantara mereka maka terkena cap bughot, sas–sus, kaslan, bahkan mungkin imamnya akan menghalalkan darah mereka dan menghalalkan segala cara untuk menghilangkan lawan–lawan politik mereka dengan mungkin menyuruh umat–umat mereka yang bodoh dan taat buta (sami’na wa ato’na, lillahi taala—menurut mereka, dengan merujuk baiat no.4 NII saya akan taat sepenuhnya kepada perintah allah, perintah rasulullah dan perintah ulil amri saya dan menjauhi larangannya dengan jujur dan setia hati) membunuh, ekstrim katanya. Siapa yang tidak takut dengan adanya umat taat dan bodoh seperti kluk klux klan, only with no white hood and burning crusade, siap membunuh dan mati buat imam.

Tulisan ini bukan iri hati atau dengki terhadap NII Versi Al Zaytun. Tapi miris saja, mengapa ada orang–orang yang tega melakuan hal – hal terbodoh yang dulu pernah diharamkan oleh nabinya sendiri, dan orang yang menjadi korban, kok dengan pasrahnya menerima, bahkan membela buta jika ada yang berpendapat lain. Jangan membutakan diri, dan jangan cepat suuzon terhadap siapapun. Tiap perkataan itu tidak berdasarkan hari tapi karena ayat yang dicanangkan NII Versi Al Zaytun sendiri bahwa diantara bumi dan langit terdapat tanda – tanda untuk dipelajari bagi orang, –orang yang diberi petunjuk. Sampai kalian tahu bahwa NII Versi Al Zaytun adalah NII Gadungan. Open your mind.

--

2 comments:

Anonymous said...

Ya gue juga alamain hal yg serupa...
tapi saya berfikir dan bertindak untuk memperbaikinya dari dalam....
Tidak keluar ari kerangka yang sudah ada...
karena jika dari luar kita tidak bisa memperbaikinya...it's system bro...!!!
Tempat ini sudah haq...
Tinggal orang yang jalanin aja...
Klo orangnya yg ga bener ya dimaklumi aja orang sebelumnya mereka juga dari tempt yg ga bener...disikapi yg baik aja...

Klo ada berita ada orang sampai melacurkan diri...rasanya adalah kebohongan belaka (tolong berikan buktinya...) ada bisa contact stasiun2 TV untuk expose ini berita...ato lapor ke Polisi...Komnas HAM LSM...

seberat-beratnya tekanan yg saya terima sy masih sadar diri...
NO.1 tetap keluarga karena keluarga adalah bagian terkecil dari negara...
klo ada orang sampai mengorbankan keluarganya dan anak-anaknya itu adalah kebodohan dari orang tersebut...mengapa jadi negara yg disalahkan...

Jadi salahkanlah diri anda sendiri...

Baron said...

yang bicara adalah pengkhianat, siapapun pengkhianat dari suatu kelompok atau bangsa atau keyakinan yang pernah disetujui bersama-sama adalah musuh semua masyarakat, pengkhianat tetap menjadi pengkhianat, apakah ada orang penghuni rumahnya sendiri yang menjelek-jelekan rumahnya yang bocor dan rusak, kenapa tidak terjadi kesetiaan justru memperbaikinya bukan menjelek-jelekan keluar dari rumahnya sendiri, memang pengkhianat adalah berhati "BUSUK".