Friday, 13 February 2009

TV One Bongkar NII AlZaytun

MENSYUKURI MOMENTUM TV One tentang BONGKAR NII

Mungkin banyak pihak menyambut sorak gembira dengan tayangan TELUSUR di TV One pada Kamis malam lalu. Kami sebagai pihak yang turut bertanggungjawab terhadap Tayangan tersebut mencoba mengingatkan pemirsa akan sebab akibat bagi perjuangan ke depan dalam melawan dan menhancurkan NII KW9. Harus diakui kita patut bersyukur dengan dibukanya tabir Gerakan NII KW9 yang gentayangan dimasyarakat. Hal ini menjadi sangat penting untuk menggugat mereka-mereka yang mengaku Ulama dan Aparat Hukum yang menganggap NII, Isu Pembaiatan, pengumpulan dana Infaq untuk pembangunan negara di Ma’had Al Zaytun hingga isu Makar ada Negara dalam Negara cuma ‘Isapan Jempol’ orang-orang yang iri hati dan benci kalo Islam maju. Tayangan TV One mencoba membangun kesadaran kita tentang bahaya NII KW9 bagi generasi muda, terutama masyarakat untuk waspada dan peduli akan banyaknya jatuh korban kalangan mahasiswa, pemuda dan pelajar. Bilamana isu yang digulirkan TV One disambut dengan kritis, berupa upaya gugatan dan aksi perlawanan, maka Insya Allah NII KW9 tinggal menghitung hari. Tapi bilamana sebaliknya para pemimpin bangsa, tokoh ulama dan ormas Islam tetap menutup mata dan bungkam seribu bahasa, dan kalangan mahasiswa tetap ‘asyik’ sekedar mendiskusikan ataupun sebatas wacana & retorika (konsumsi intektual) maka rasanya sulit kita berharap kejahatan kemanusiaan NII KW9 dan Ma’had Al Zaytun dapat diakhiri. Booming TV One haruslah kita jadikan SATU MOMENTUM KEBANGKITAN KESADARAN KITA UNTUK BERSATU MELAWAN DAN MENGHANCURKAN KEJAHATAN KEMANUSIAAN & PENGHANCURAN GENERASI MUDA ISLAM. Tanpa KESATUAN kita hanya menjadikan Isu yang digulirkan sekedar ‘hangat-hangat tahi ayam’, sekedar REAKTIF yang mudah dipatahkan oleh KETIDAKPEDULIAN & KEEGOISAN KITA. Karna betapa banyak kampus-kampus menggelar seminar dan diskusi NII MASUK KAMPUS, toh tidak ada reaksi kongkrit dari Civitas Akademika. Betapa sering dan lelahnya MEDIA MASA membongkar Isu NII & Ma’had Al Zaytun tapi pada akhirnya hilang tanpa bekas. Apalagi dari pengalaman kami selama ini, kami sangat yakin bahwa Pimpinan - pimpinan NII KW9 tidak akan mudah menyerah dan gentar menghadapi badai isu NII MAKAR & SESAT ala TV One. Mereka tahu benar betapa para pimpinan aparatur hukum dan keamanan di Republik Indonesia ini akan semakin ‘membiarkan’ sepak terjang NII KW9, apalagi 2 bulan lagi akan ada hajatan pesta demokrasi. Belum lagi kebodohan dan ketidakpedulian para ulama dan ormas Islam yang membungkam seribu bahasa. Mereka tahu persis apa yang ada dalam fikiran Jenderal-Jenderal di Mabes Polri dan Kualitas Ulama di MUI. Kami sangat yakin mereka hanya ‘reaktif saja’ selanjutnya tidak peduli, atau paling-paling pura-pura peduli.

Maka untuk itu kita tidak boleh berpangkutangan, mulai saat ini kita bangun perlawanan kepada mereka-mereka yang ‘MEMBIARKAN’ NII KW9 & AL ZAYTUN. Karena merekalah sebenarnya yang patut digugat dan diserang. Sekali lagi kita harus BERSATU untuk MENGEPUNG kantor MUI Pusat dan MENGGUGAT ‘ketidakbecusan’ Intelejen Keamanan Polri yang kami anggap ‘main mata’ dengan Syaykh Ma’had Al Zaytun. Kedepan mahasiswa harus melakukan aksi kongkrit dan solidaritas antar anak bangsa, dan itu tidak cukup dengan sekedar diskusi. Mahasiswa harus mampu mempelopori dan menggerakkan aksi-aksi perlawanan, karena mahasiswa yang paling menjadi korban. Mahasiswa harus menggugat institusi kampus yang gak becus menjaga almamater dan civitas akademika dari ancaman anasir-anasir jahat NII KW9 yang gentayangan disekitar kampus. Mahasiswa harus melawan ‘Neo ORBA’ yang terang-terangan berada di Balik Ma’had Al Zaytun. Tiada satu kata selain LAWAN dimanapun NII KW9 berada.

Untuk itu kami mengingatkan kembali kepada seluruh elemen dan aliansi perlawanan untuk kita bersatu dan berkumpul, pada :

Hari/Tanggal : Rabu, 17 Februari 2009

Waktu/Tempat : Pkl. 14.00 WIB di depan TUGU PROKLAMASI Menteng Jakarta Pusat

Acara : MOSI TIDAK PERCAYA TERHADAP MUI DENGAN MENERAPKAN STANDAR GANDA TERHADAP ALIRAN SESAT NII KW9 - MA’HAD AL ZAYTUN

Kehadiran saudaraku sekalian diharapkan membawa Petisi dan Jaket Almamater masing-masing dengan membawa Poster / Foto Mahasiswa Korban NII, terutama kasus mahasiswa hilang. Partisipasi khalayak dapat disalurkan dengan mengirimkan logistik dan dana ke sekretariat posko sementara di Kantor LPPI Jl. Tambak No. 20 B Pegangsaan, Jakarta Pusat Telp. 31908749, 98279091, 0818824884. Atas kerjasamanya kami haturkan terima kasih.

Kordinator Aksi / Korlap : Taufik Hidayat (SIKAT), Reza Baizuri (Aliansi mahasiswa Anti NII KW9), Zia Ul Haq (LPPI), Alfian Amir (Front Sabilillah), Al Chaidar (Freedom Foundation), Inayah (Solidaritas Perempuan untuk Korban NII KW9/Al Zaytun), Nanang Qosim (KNPII), Sri In Demo, Imam (Guntur 49), Eriek Fitriadi (GPI Jakarta Raya), Nurhidayat Assegaf (Komnas Pilpres Independen), Mukhlis Abdullah (Partai Islam DPW DKI), Habib Sholeh Mahmud (FPI Pusat), KH. Samsudin (Panglima Pasukan berani Mati GUS DUR), Ustadz Syafrudin (FPI Kemang-Bogor), Ahmad Taufik (MBM TEMPO), dan elemen mahasiswa - umum.

--

13:21 / by / 9 Comments

9 comments:

laura said...

daripada, pada cape ribut sampe mulut loe berbusa semua kaya sapi mendingan kut gw agama perdamaian baru namanya Sinatra supremacy keren kan namanya, nabinya bernama ilmanto yang agung terlahir saat terbitnya bulan kedelapan belas

bahtiar said...

vonis sesat ditentukan oleh masyarakat, mari kita berbagi agar masyarakat memahami apa itu nii kw 9

http://niikw9.blogspot.com/

Anonymous said...

bapak-bapak dan mas-mas, kalian jangan buang-buang energi untuk menghalangi umat islam yang sedang membangun NEGARA INDONESIA ini, PERCUMA TIDAK ADA MANFAATNYA.

saya kasih tau perbuatan yang bermanfaat dan bisa mendukung maksud anda, yaitu kalian HARUS MEMBANGUN JUGA PENDIDIKAN SEPERTI AL ZAYTUN DENGAN SEGALA FASILITASNYA YANG MELEBIHI AL ZAYTUN dengan UANG JERIH PAYAH KALIAN YANG KALIAN ANGGAP HALAL.

nah...kalau ANDA berbuat seperti itu, saya sangat yakin MASYARAKAT INDONESIA akan mendukung dan membela KALIAN, yakin deh 1000% pasti MUI akan tunduk pada kalian.

SEMOGA KALIAN LAKUKAN INI, AGAR BERSAING DENGAN NII dan PENDIDIKAN INTERNASIONAL TERMODERN DI DUNIA "AL-ZAYTUN" SURGANYA PARA PELAJAR.

Anonymous said...

emang tuh...NII gadungan bisanya sembunyi aja, gak mau dakwah terbuka.

kalau NII berani segeralah DAKWAH terbuka agar UMAT ISLAM tidak RESAH dibuatnya.

kasihan ORANG TUA yang tidak faham dengan perjuangan ANDA. kalau bisa seorang KYAI BESAR harus menjelaskannya diMASJID-MASJID bahwa sebenarnya HUKUM ISLAM itu wajib nggak di TEGAKKAN agar UMAT ISLAM tidak bingung dan slalu berbuat anarkis terus dalam menyikapi permasalahan dalam tubuh ISLAM yaitu AGAMANYA SENDIRI.

Anonymous said...

kalau bisa AL ZAYTUN kita masukin ke seluruh stasiun televisi, agar seluruh masyarakat tau apa itu sebenarnya AL ZAYTUN ?...........

ape lagi AL ZAYTUN membangun PABRIK SUSU BERSKALA DUNIA, nah....loh, untuk apa itu semua DIBANGUN ?.......................

juga AL ZAYTUN akan membuat PROYEK BESAR untuk mengatasi BANJIR DIJAKARTA yang akan menyerap TENAGA KERJA 800.000 orang....wah, ada apa ini dengan AL ZAYTUN berani sekali mengambil langkah BESAR, pemerintah aja BINGUNG ?....

iqbal said...

kayanya tempat komentar ini bohong, masa komentar orang cape-cape ngetik tidak ditayangin, kalau gak bisa ditayangin lebih baik tutup aja jangan ada komentar-komentaran.

wawandpk said...

NII GADUNGAN KURANG AJAR, BERANI- BERANI DIA BIKIN NII PALSU.

HARUSNYA ULAMA BIKIN DAULAH ISLAMIAH JUGA BIAR UMAT ISLAM BISA DI AYOMI SEGALA KEBUTUHANNYA.

Ecko said...

"Sekali lagi kita harus BERSATU untuk MENGEPUNG kantor MUI Pusat dan MENGGUGAT ‘ketidakbecusan’ Intelejen Keamanan Polri yang kami anggap ‘main mata’ dengan Syaykh Ma’had Al Zaytun."

Saya tunggu beritanya. Kalo beneran nggugat intelijen Polri saya kasih tepuk tangan paling meriah deh.

Anonymous said...

Yah itu tak lebih dari propaganda untuk mengkebiri umat islam yang terlanjur di DOKTRIN PANCASILA....

Post Top Ad