Friday, 20 March 2009

NII di KRL



Organisasi NII KW9 sekarang beroperasi di Stasiun Bogor-Jakarta. Mereka ada yang berupa pedagang asongan atau buka kios di Stasiun. Ternyata tak hanya di KA, mereka juga kerap beroperasi di sekitar halte Cawang.

Modusnya adalah dengan cara pendekatan personal. Mereka mengajak kenalan lalu ngobrol masalah dagangan terus bar ubicara masalah agama. Ternyata korbannya sudah banyak. Teman-teman saya di sekitar Blok M dan Cawang.

Karena itu saya menjadi risau. Kepada siapa saya mengadukan hal ini? Mudah-mudahan lewat Sabili berita ini akan menjadi perhatian kembali dari aparat kita. Saya harap MUI mau menuntaskan kasus ini.

Mereka kelihatan besar, karena memang hampir tidak ada anggotanya yang menganggur. Mereka membiaya diri dari infaq wajib yang mereka setorkan. Saya tahu persis karena saya memang mantan pengikut gerakan ini.

Waktu itu saya keluar dan pemimpin saya memberi pesan, “Kalau Belem Sian nggak apa-apa, tapi jangan bilang-bilang ya.”

Tapi, menurut saya hal ini tidak bisa didiamkan. Karena banyak yang tidak tahu. Kalau MUI dan Polisi diam itu berarti pembodohan.

sources : sabili.co.id
16:29 / by / 1 Comments

1 comment:

Butterfly said...

PESAN SEDERHANA

Saudaraku, mari kita bangun islam dengan parameter yang telah di gariskan Sang pemilik bumi dan semestanya. Kafirkah kita? atau berimankah kita? semua ada tergambar jelas didalam pedoman yang diberi nama Al Quran, namun ketika kita hanya membaca Al Quran dengan bahasa yang tidak kita mengerti maka kita tidak akan mendapatkan jawaban apapun dari padoman kita tersebut. untuk itu sangat penting bagi kita memahami kandungan Al Quran dengan bahasa yang kita mengerti agar apa yang diperintahkan ataupun yang dilarang dapat kita mengerti secara utuh dan menyeluruh. Tentunya dalam 6666 ayat banyak sekali hal hal yang selama ini tidak mengemuka oleh para ulama maupun para penceramah-penceramah. Kembali kepada apakah kita kafir atau beriman, al quran tidak akan pernah menunjuk kita secara langsung di posisi yang manakah kita, tetapi harus ada orang-orang yang menyampaikan risalah penting ini kepada kita agar kita tau diposisi yamg mana kita berada,dan kita tidak perlu marah atau gusar dengan kabar yang kita terima untuk diri kita sebab pintu pertobatan selalu dibuka Allah selama 24jam setiap harinya sepanjang hidup kita.tentunya lebih cepat kita menyadarinya akan sangat lebih baik ketimbang kita selalu berupaya mempertahankan pembenaran atas diri kita sendiri. Sebagai umat islam saya bangga melihat perkembangan Mahad Al zaytun yang memberi nama harum bagi islam, apapun kaitannya antara NII dengan Al zaytun saya lebih simpatik ketimbang orang-orang yang hanya bisa mencari-cari kesalahan orang lain tanpa sedikitpun berbuat nyata untuk kemajuan islam.Berhentilah saling menjatuhkan agar islam itu menjadi kekuatan besar sebagaimana terjadi pada era Rassullulloh SAW. karna bukan tidakmungkin itu terulang kembali di negara yang mayoritas islam ini, saya yakin selama Al Quran itu berlaku maka tegaknya islam pasti terjadi. mari kita menghargai hasil karya yang dapat membangun islam secara fundamental serta menyeluruh. dan saya melihat hanya Mahad Al zaytun yang memiliki kemauan keras dan karya-karya yang briliant yang melahirkan manusia-manusia yang berkarakter dan penuh dengan keilmuan. Semakin banyak orang yang memfitnah Mahad Al zaytun maka akan semakin banyak orang yang bersimpatik, dan saya adalah salah satu orang yang merasa tergerak hati melihat sebuah kekuatan islam yang bernama Mahad Al Zaytun itu terdzolimi oleh tuduhan tanpa bukti dan fitnah tanpa dasar yang jelas dan beralasan. dan hebatnya apapun yang dituduhkan kepada Mahad Al zaytun,seluruh pengurus Mahad Al Zaytun tidak terpancing emosi dan tetap berkarya melanjutkan untuk mempersiapkan manusia-manusia unggul demi kejayaan dan kemakmuran islam di tataran kehidupan didunia.seperti apa yang dilakukan Rassullulloh SAW pada masanya, sejuta cercaan, hinaan, dan makian dibalas dengan senyum dan kekaryaan yang lebih baik

Post Top Ad